ITS Siapkan Tiga Kapal Tanpa Awak untuk Kompetisi Roboboat Nasional

Amaluddin    •    Selasa, 29 Nov 2016 10:27 WIB
teknologi
ITS Siapkan Tiga Kapal Tanpa Awak untuk Kompetisi Roboboat Nasional
ITS Surabaya bersiap unjuk gigi dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2016

Metrotvnews.com, Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali bersiap unjuk gigi dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2016, atau lebih dikenal sebagai Kontes Roboboat yang akan berlangsung pada 29 November - 1 Desember 2016 dengan tuan rumah adalah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengirim dua tim, tahun ini ITS berhasil loloskan tiga tim untuk setiap kategori. 

Ketiga tim kapal Roboboat yang tergabung dalam Barunastra ITS tersebut dilepas secara resmi oleh Direktur Kemahasiswaan ITS, Darmaji, Senin, (28/11/2016). Dalam upacara pelepasan tersebut juga dilakukan ujicoba kecepatan ketiga kapal yang disiapkan di Kolam 8 Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.

Ada tiga kategori yang diperlombakan dalam kontes ini: kategori Kapal Kendali Otomatis (Autonomous Surface Vehicle/ASV), Kapal Cepat Listrik dengan Sistem Kendali Jauh (Electric Remote Control/ERC), dan Kapal Cepat Berbahan Bakar dengan Sistem Kendali Jauh (Fuel Engine Remote Control/FERC).

Barunastra sendiri adalah riset kapal tanpa awak karya mahasiswa ITS dari gabungan beberapa jurusan. Untuk lomba ini, Barunastra terbagi menjadi tiga tim, yaitu tim Nala V, Hydros, dan Astramaya Evo. Hebatnya, ketiganya akan mewakili masing-masing kategori untuk berlaga dalam kontes tersebut. Nala V di kategori ASV, Hydros di kategori ERC, dan Astramaya Evo di kategori FERC.



Darmaji mengaku sangat senang atas keikutsertaan Barunastra dalam Kontes Roboboat yang digelar tiap tahun oleh Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) sejak tahun 2012 lalu ini.

“Ini membuka peluang bagi ITS, karena dari kerja keras mereka terbit optimisme bahwa hasilnya pasti yang terbaik,” kata dosen Matematika ITS itu.

Persiapan Barunastra sendiri telah dilakukan sejak lima atau enam bulan yang lalu. Mulai dari desain bodi kapal,hingga kendali kapal supaya dapat melakukan manufer dengan baik. “Dan yang pasti dengan kerja sama yang baik dari semua pihak yang mendukung,” ujarnya.

Menurut Darmaji, kontes ini dapat menjadi wadah ekspresi bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuannya. “Sebelum membuat kapal besar kan kita belajar membuat kapal kecil terlebih dulu,” katanya. Darmaji berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada kapal-kapal karya ITS. Kendati yang diperlombakan hanya berupa prototipe, nyatanya ITS mampu membuat kapal besar yang sesungguhnya.

“Tinggal nunggu yang order. Kalau bisa pemerintah juga pesan kapal ke kita. Kita mampu kok,” tandasnya.

Nala V adalah kapal robot yang merupakan karya gabungan dari mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan, Teknik Sistem Perkapalan, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, serta Sistem Informasi. “Remote control memang didesain untuk kecepatan tinggi. Sedangkan kapalnya kita desain untuk komponen berat,” terang Rudy Dikairono ST MT, pembimbing tim Nala V.

Kecepatan Nala V sendiri mampu mencapai 15 sampai 20 detik ketika simulasi. “Ini masih ada waktu, jadi kita akan mengejar sampai sepuluh atau 15 detik,” tambahnya.



Hydros merupakan kapal yang pertama kali diikutsertakan dalam Roboboat tahun ini. Meski terbilang baru, kapal yang lolos fuel engine ini menghabiskan dana hingga belasan juta rupiah dalam pembuatannya. Desain Hydros saat ini adalah V-hull dan stepped hull. “Desain ini masih jarang ada yang pakai. Kita bikin saluran angin di depannya, sehingga bisa mengecilkan hambatan juga,” tutur M Farhanuddien, salah satu anggota tim. 

Sedangkan Astramaya Evo sendiri mengambil desain lambung yang lebar agar kecepatan tetap stabil. “Tipe deep V chine hull, bentuk depannya itu V, jadi kalau buat manuver itu enak,” terang Rival Faozi, ketua tim Astramaya Evo. Untuk kecepatan Astramaya Evo sendiri dapat mencapai 80 kilometer per jam.

Dengan dikirimnya ketiga tim kapal perwakilan ITS tersebut, ITS optimistis bisa meraih juara lagi tahun ini. Tahun lalu, ITS mampu meraih juara 1 dan juara 3 untuk dua kategori yang berbeda saat kontes digelar oleh Universitas Diponegoro, Semarang.

KKCTBN 2016 atau Roboboat 2016 adalah kontes yang diselenggarakan untuk menguji kreativitas mahasiswa dalam mendesain badan kapal, menetapkan prinsip engine matching dan merancang sistem otomasinya. Sistem penilaian kontes diberikan berdasarkan penguasaan medan atau lintasan yang dilalui oleh kapal.


(MMI)

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power
Review Smartphone

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power

1 week Ago

LG X Power memang memiliki baterai yang awet dan dapat mengisi baterai dengan cepat. Sayangnya,…

BERITA LAINNYA
Video /