Anggota Dewan Keamanan Siber AS Mundur Secara Massal

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 29 Aug 2017 14:31 WIB
teknologicyber securitydonald trump
Anggota Dewan Keamanan Siber AS Mundur Secara Massal
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (AFP)

Metrotvnews.com: Sebanyak 8 dari 28 anggota Dewan Penasehat Infrastruktur Nasional Amerika Serikat (NIAC) mengundurkan diri. Dewan ini bertugas untuk memberikan saran pada Departemen Keamanan Nasional terkait keamanan siber. Delapan orang itu mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

Dalam sebuah surat pengunduran diri yang didapatkan oleh NextGov, 8 anggota itu mengatakan, Presiden Donald Trump tidak menanggapi ancaman siber dengan serius, seperti yang mereka harapkan.

"Anda tidak memberikan perhatian yang cukup akan ancaman siber pada sistem penting yang dapat memengaruhi hidup banyak masyarakat Amerika, termasuk ancaman pada sistem yang mendukung proses pemilihan demokratis kita," tulis surat tersebut. 

Menurut laporan Engadget, dalam surat itu tertulis bahwa alasan lain 8 anggota NIAC mengundurkan diri adalah sikap Trump yang dianggap kurang tegas pada grup dalam "kejadian mengerikan yang terjadi di Charlottesville". Sang presiden justru mempertanyakan motif para CEO ketika mereka memutuskan untuk mundur dari dewan setelah kejadian tersebut.

Selain itu, 8 anggota dewan NIAC ini juga tidak senang dengan keputusan Trump untuk mundur dari Perjanjian Iklim Paris. Para anggota NIAC, yang ditunjuk dalam pemerintahan sebelum ini, mengundurkan diri tepat sebelum dewan harus mengadakan pertemuan bisnis per kuartal.

Belum lama ini, sang presiden juga kehilangan dua badan dewan yang dibuat. Pemerintahan Trump telah membubarkan Dewan Manufaktur dan Forum Strategis dan Politik. Namun, para anggotanya juga sudah mengundurkan diri sebelum badan tersebut dibubarkan.

CEO Intel, Brian Krzanich mengundurkan diri dari Dewan Manufaktur beberapa hari setelah kejadian Charlottesville, bersama dengan beberapa eksekutif dari industri lain.

Sementara CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk telah meninggalkan dewan buatan Trump pada bulan Juni, tepat setelah AS mundur dari Perjanjian Iklim Paris.

Namun, kemungkinan, NIAC tidak akan dibubarkan. Pada The Hill, juru bicara Gedung Putih menyebutkan bahwa meski ada orang-orang yang mengundurkan diri, dewan tersebut tidak mengalami masalah. 


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

21 hours Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.