Google Ogah Pasang Pemblokir Iklan di Chrome

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 13 Nov 2016 14:57 WIB
google
Google Ogah Pasang Pemblokir Iklan di Chrome
Google takkan tanamkan pemblokir iklan pada Chrome. (AP Photo / Mark Lennihan)

Metrotvnews.com: Tahun ini, Opera memperkenalkan fitur pemblokir iklan pada perambannya. Namun, Google tampaknya lebih memilih untuk menyelesaikan masalah dalam iklan digital daripada memblokirnya.

"Kami merasa, ada banyak tantangan dalam dunia iklan. Ada banyak hal yang bisa jadi masalah," kata Vice President of Chrome Engineering, Darin Fisher dalam sebuah wawancara. Dia berkata, "Jika penerbit dan pengiklan membuat iklan dengan benar, hal ini akan berguna bagi para pengguna dan ekosistem."

Seperti yang disebutkan oleh CNET, iklan adalah masalah yang telah lama dihadapi di internet. Ia memberikan orang-orang akses gratis ke situs populer seperti Google dan Facebook, tapi ia juga memboroskan baterai perangkat atau membuat waktu membuka halaman menjadi lambat.

Tidak hanya itu, terkadang iklan melanggar privasi pengguna atau mengandung malware. Iklan juga dapat mengganggu, karena itu, tidak heran jika jutaan orang memilih untuk menggunakan plug-in pemblokir iklan pada peramban mereka.

Iklan juga dapat berdampak buruk pada para penerbit yang menampilkannya. Fisher berkata, "Ada banyak iklan yang merugikan karena ia menurunkan tingkat keaktifan pengguna." Terkadang, iklan membuat orang enggan untuk membuka situs tertentu, katanya. 

Untuk mengatasi masalah ini, Google membantu membuat Coalition for Better Ads, yang berfungsi untuk membuat standar iklan untuk menyelesaikan berbagai masalah terkait iklan yang ada sekarang ini. Beberapa perusahaan lain yang tergabung dalam koalisi tersebut adalah Facebook, News Corp, The Washington Post, dan pengiklan seperti Unilever dan Proctor &Gamble.

Meskipun Google enggan memblokir iklan, mereka tetap berusaha untuk membuat iklan tidak mengganggu pengguna. Misalnya, untuk pengguna di jaringan 2G, Chrome akan membuat situs yang hendak dibuka tidak dapat menggunakan fitur yang disebut document.write. Fitur itu berfungsi agar situs dapat menganalisa performa iklan, tapi dapat melambatkan waktu pembukaan halaman hingga puluhan detik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.