Plug And Play: Mak Comblang Perusahaan dan Startup

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 14 Nov 2016 14:54 WIB
startupplug and play
Plug And Play: Mak Comblang Perusahaan dan Startup
Plug and Play mengadakan program untuk menjembatani perusahaan besar dengan startup.

Metrotvnews.com, Jakarta: Plug and Play mengumumkan pembukaan cabang di Indonesia, guna melaksanakan program akselerator untuk startup di Indonesia, bernama Plug and Play Indonesia, hari ini, Senin (14/11/16). Program ini merupakan hasil kerjasama dengan Gan Kapital.

“Dengan populasi Indonesia yang semakin terdigitalisasi, kami melihat ini sebagai peluang baik untuk melakukan investasi pada startup, serta menghubungkan mereka dengan mitra korporasi serta mitra kami lain, untuk membantu mereka berhasil dan membawa mereka ke tingkat global,” ujar Founder dan CEO Plug and Play, Saeed Amidi.


Program ini tak hanya akan memberi kesempatan bagi startup untuk mendapatkan pendanaan dari sejumlah perusahaan besar di Indonesia, namun juga memungkinkan mereka untuk memperoleh pelajaran dari pengalaman yang dibagikan perusahaan tersebut sebagai mentor.

Peluang startup di Indonesia diakui Amidi tergolong besar. Selain itu, startup teknologi di Indonesia saat ini juga dinilai Saeed tengah mengalami pertumbuhan yang pesat.

Saeed berharap dapat menularkan ide mobilitas yang ada di Silicon Valley, seperti yang telah lakukan Plug and Play di Struttgart, Jerman. Untuk Indonesia, Plug and Play Indonesia yang dimulai pada tahun 2017, akan terfokus pada ranah Financial Technology dan Mobile. Melalui program ini, Plug and Play berharap dapat mengubah penetrasi, salah satunya kartu kredit, di Indonesia yang tergolong masih minim, melalui teknologi, untuk kehidupan lebih baik.

Sebelumnya, Plug and Play telah membantu menghubungkan perusahaan dan grup konglomerasi, dengan startup di sembilan negara lain di penjuru dunia. Hingga saat ini, Plug and Play telah berinvestasi pada 50 startup per tahun pilihan, yang akan diseleksi kembali menjadi 20 startup dan mendapatkan investasi awal.


(ABE)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.