AMD Tidak Takut dengan Ray Tracing NVIDIA

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 14 Nov 2018 13:22 WIB
amdhardware
AMD Tidak Takut dengan Ray Tracing NVIDIA
Senior Vice President of Engineering Radeon Technologies Group, David Wang. (VentureBeat)

Jakarta: Teknologi Ray Tracing yang diperkenalkan oleh NVIDIA untuk generasi terbaru kartu grafis mereka, NVIDIA RTX, menjadi bahan pembicaraan karena mampu menyajikn efek pencahayaan presisi pada tampilan grafis yang berjalan.

AMD yang juga pesaing NVIDIA di industri kartu grafis tidak tinggal diam, dan menyatakan sudah memiliki teknologi serupa. Mereka menolak memberikan dukungan pada kartu grafisnya pada game yang hadir dengan teknologi Ray Tracing.

Hal tersebut diketahui secara tersirat dari Senior Vice President of Engineering Radeon Technologies Group, David Wang, dalam wawancara dengan media game 4Gamer. Wang memberikan opini pribadinya terkait perkembangan teknologi Ray Tracing.

"AMD tentu saja akan merespons teknologi DirectX Ray Tracing. Namun, untuk saat ini, kami masih akan berfokus ke teknologi milik kami sendiri, Radeon ProRender," ungkap Wang. Teknologi Radeon ProRender sendiri disebut teknologi serupa seperti Ray Tracing milik NVIDIA.

Opini Wang menyebutkan bahwa Ray Tracing NVIDIA juga tidak akan populer dalam waktu cepat. Menurut Wang teknologi ini hanya hadir di segmen kartu grafis tertinggi dan belum hadir di segmen menengah maupun rendah.

Kondisi tersebut yang juga membuatnya menilai tidak akan banyak pengembang game yang merilis karyanya dengan dukungan teknologi Ray Tracing, dengan tujuan agar semakin banyak gamer yang bisa memainkannya.

Jadi disimpulkan bahwa AMD tidak takut dan terburu-buru menyediakan teknologi pesaing Ray Tracing NVIDIA. Mereka mengklaim Radeon ProRender juga sudah bisa menghadirkan kualitas dan efek teknologi serupa.

Teknologi Ray Tracing sendiri baru hadir di keluarga kartu grafis NVIDIA RTX yang harganya masih selangit dan jumlah produknya belum terlalu banyak di pasar. 

Ray Tracing adalah teknologi yang memanfaatkan pencahayaan untuk memberikan kesan realistis pada objek dalam grafis. Pada dasarnya, Ray Tracing akan memberikan dampak terhadap tiga aspek: bayangan, refleksi, dan refraksi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.