LG Optimistis 5G Bikin Untung Divisi Mobile

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 05 Oct 2018 10:12 WIB
lg
LG Optimistis 5G Bikin Untung Divisi Mobile
Eksekutif LG menyebut kehadirang jaringan telekomunikasi 5G akan menguntungkan divisi Mobilenya tahun 2019.

Jakarta: Prediksi terbaru berkenaan dengan Q3 2018 menjadi kuartal peraih rekok untuk LG secara keseluruhan. Sayangnya, unit smartphone LG kembali mengalami kerugian, diperkirakan akan mencapai USD400 juta (Rp6,2 triliun) pada akhir tahun 2018 mendatang.

Meskipun demikian, President dan Chief Executive Officer LG Mobile Hwang Jeong-Hwan memprediksi hal tersebut akan segera berubah. Kepada media di Korea Selatan setelah peluncuran LG V40 ThinQ, eksekutif ini mengklaim bahwa LG merupakan satu dari dua atau tiga perusahaan yang saat ini berkemampuan untuk merilis smartphone siap 5G.

Hwang juga mengklaim smartphone ini siap diluncurkan saat jaringan telekomunikasi terbaru tersebut resmi meluncur. Hal ini disebut Hwang akan mendorong peningkatan penjualan selama pertengahan tahun pertama 2019 mendatang.

Selain itu, seperti yang dilaporkan Yonhap News, kesadaran akan merek diperkirakan akan mengalami peningkatan sebagai hasil dari penjualan smartphone. Hal ini menjadi salah satu faktor yang dapat menguntungkan LG jika dibandingkan dengan perusahaan lain dalam kategori smartphone.

Saat seluruh faktor tersebut dikombinasikan, Hwang mengklaim titik balik LG Mobile sehingga mengalami keuntungan besar, atau setidaknya pengurangan kerugian, pada tahun depan sangat dimungkinkan. Sementara itu pada bulan Agustus lalu, LG mengumumkan kerja sama dengan Sprint, mitra produksi smartphone siap 5G pertamanya di Amerika Serikat.

Belum tersedia informasi terkait dengan smartphone ini, kecuali fakta bahwa perangkat ini akan dirilis pada enam bulan pertama tahun 2019. Baru-baru ini, Sprint mengaku bahwa perangkat ini akan berkilauan dan berbeda. Pernyataan ini turut mengindikasikannya sebagai perangkat yang tidak hanya sekadar pembaruan dari V40 ThinQ atau perangkat lain karya LG.

Mengingat LG hampir mengalami kerugian sebanyak USD400 juta (Rp6,2 triliun) pada tahun 2018, prediksi tersebut masih belum dapat dibuktikan kebenarannya. Sementara itu, untuk menghasilkan keuntungan, LG dinilai perlu mengurangi biaya secara dramastis atau mendorong penjualan secara signifikan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.