ASUS ZenFone Max Pro M2 Hadir, Bidik Pasar Gaming Mainstream

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 11 Dec 2018 18:37 WIB
asus
ASUS ZenFone Max Pro M2 Hadir, Bidik Pasar Gaming Mainstream
Regional Marketing Indonesia-Malaysia ASUS, Galip Fu, memamerkan ASUS ZenFone Max Pro M2.

Jakarta: Generasi kedua dari ASUS ZenFone Max Pro M kini resmi diperkenalkan di Indonesia. Country Managaer ASUS Indonesia, Jimmy Lim, menyebut ASUS ZenFone Max Pro M2 sebagai smartphone gaming kelas mainstream.

Tampilan adalah satu aspek luar yang diperbarui dari ASUS ZenFone Max Pro M2. Pada bagian layarnya mengusung ukuran 6,3 inci resolusi FHD+ dengan rasio ke bodi 90 persen dan memiliki desain poni. Layar smartphone ini menjadi yang pertama di pasar dengan dilapisi Corning Gorilla Glass 6.

Bodi bagian belakangnya juga memiliki tampilan lebih menarik dari seri pertama. Desain dynamic optical finishing membuatnya memantulkan cahaya dan membentuk garis mengkilap seperti ASUS ZenFone 5Z.



Menyandang status smartphone gaming mainstream, beberapa aspek spesifikasi ASUS ZenFone Max Pro M2 juga dibuat lebih fokus ke gaming. Dapur pacunya kini menggunakan Qualcomm Snapdragon 660.

Kapasitas RAM dan memori internal dihadirkan dengan beberapa pilihan. Versi 3/32GB dibanderol Rp2,8 juta kemudian versi 4/64GB di harga Rp3,2 juta dan versi terbesar 6/64GB dibanderol Rp3,7 juta. Slot MicroSD terpisah dari kartu SIM dan bisa menampung kapasitas 2TB.



Pada kameranya ASUS ZenFone Max Pro M2 memiliki kamera belakang ganda resolusi 12MP aperture f/1.8 dengan kemampuan PDAF serta kamera 5MP aperture f/2,4 mengandalkan sensor Sony IMX 486. Kamera depannya dibekali resolusi 13MP.

Sementara di kapsitas baterainya dibuat lebih besar lagi, dan diklaim menjadi smartphone dengan baterai 5.000 mAh teringan di dunia dengan bobot 175g. ASUS mengklaim baterainya mampu bertahan 7,3 jam untuk game PUBG Mobile, dan 9 jam untuk game Arena of Valor.

Masih menjagokan baterainya, ASUS turut mengumumkan varian dari ASUS ZenFone Max M2 yang memiliki kapasitas baterai setingkat dibawah ZenFone Max Pro M2, sebesar 4.000 mAh. Smartphone tersebut hadir dengan ukuran layar yang sama tapi resolusi HD.



Dapur pacunya menggunakan Qualcomm Snapdragon 632 yang didukung beberapa pilihan kapasitas RAM dan memori internal. Tersedia versi 3/32GB yang dibanderol Rp2,3 juta dan versi 4/64GB di harga Rp2,7 juta.

Pada sisi kamera, ASUS ZenFone Max M2 menggunakan kamera belakang ganda 13MP plus 8MP dan kamera depan 8MP.

Kedua smartphone ASUS yang memiliki baterai jumbo ini disebut mulai dijual secara online pada 12 Desember 2018 dan secara offline pada 14 Desember 2018. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.