Apple Sempat Tarik Izin Aplikasi Internal Google

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 01 Feb 2019 16:31 WIB
applegoogle
Apple Sempat Tarik Izin Aplikasi Internal Google
Sertifikat enterprise Google sempat dicabut. (Photo by JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Jakarta: Apple memblokir Google mendistribusikan aplikasi iOS khusus internal setelah mereka diketahui menyalahgunakan sertifikat enterprise dari Apple. 

"Kami bekerja sama dengan Apple untuk memperbaiki gangguan pada sebagian aplikasi iOS korporat kami, yang kami perkirakan, akan diselesaikan dalam waktu dekat," kata juru bicara Google. Juru bicara Apple mengungkap hal yang sama. 

"Kami bekerja sama dengan Google untuk memulihkan sertifikat enterprise mereka dengan cepat," kata juru bicara Apple. 

Pada 31 Januari, pukul 7 malam Pacific Time -- atau 1 Februari, pukul 10 pagi WIB -- Apple telah memulihkan Enterprise Certificate milik Google sehingga aplikasi internal mereka bisa bekerja. Hal ini dikonfirmasi oleh TechCrunch

Ketika Apple mencabut Enterprise Certificate Google, perusahaan pencarian itu kehilangan akses atas berbagai aplikasi iOS versi khusus karyawan, seperti versi pengujian dari YouTube, Gmail, dan Calendar.

Selain itu, mereka juga tidak bisa mengakses aplikasi makanan dan transportasi mereka. Hal ini menyebabkan menurunnya produktivitas pekerja Google. 

Google dilaporkan bahwa mereka menggunakan sertifikat dari Apple -- yang seharusnya hanya bisa digunakan oleh pegawai Google -- pada ponsel konsumen agar mereka bisa memasang aplikasi pengumpul data. Aplikasi yang bernama Screenwise itu melanggar peraturan Apple. 

Aplikasi itu didesain untuk mengumpulkan data pengguna iPhone untuk penelitian. Namun, aplikasi itu memerlukan sertifikat khusus yang memungkinkan perusahaan untuk mengacuhkan App Store. 

Google kemudian meminta maaf, mengatakan bahwa mereka tidak seharusnya menyalahgunakan sertifikat enterprise Apple. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.