Facebook Ingin Akuisisi Perusahaan Keamanan Siber?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 22 Oct 2018 10:30 WIB
media sosialfacebookcyber security
Facebook Ingin Akuisisi Perusahaan Keamanan Siber?
Facebook dikabarkan akan membeli perusahaan keamanan siber.

Jakarta: Pada akhir bulan lalu, sistem Facebook sempat diretas, menyebabkan kebocoran data pribadi dari puluhan juta penggunanya.

Untuk menunjukkan bahwa mereka memang peduli akan keamanan data penggunanya, Facebook berencana untuk mengakuisisi perusahaan keamanan siber. 

Facebook telah berdiskusi dengan beberapa perusahaan keamanan siber tentang kemungkinan akuisisi, lapor The Information, yang mengutip orang-orang yang tahu tentang hal ini.

Sayangnya, masih belum diketahui siapa saja perusahaan yang Facebook dekati. Namun, kemungkinan, akuisisi ini akan terjadi sebelum akhir tahun. 

Keputusan Facebook ini muncul kurang dari satu bulan setelah terjadi peretasan yang disebut sebagai peretasan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah Facebook. Media sosial itu pada awalnya memperkirakan ada 50 juta pengguna yang datanya bocor.

Mereka lalu mengatakan bahwa jumlah korban dari peretasan ini hanya mencapai 29 juta orang. Data yang bocor termasuk nomor ponsel, alamat email dan pencarian terbaru, menurut laporan CNET

Facebook memperkirakan bahwa dalang di balik serangan ini adalah para spammer yang berpura-pura menjadi perusahaan marketing digital. Mereka menyebutkan bahwa serangan ini tidak dilakukan oleh hacker yang didanai negara, lapor Wall Street Journal

Perusahaan media sosial terbesar itu juga mengatakan bahwa mereka tengah bekerja sama dengan FBI, yang meminta agar dalang dari serangan ini tidak disebutkan. Mereka juga meyakinkan bahwa serangan ini tidak ada hubungannya dengan pemilu paruh waktu di Amerika Serikat. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.