4 Perubahan dalam Transformasi Digital

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 22 Feb 2019 18:44 WIB
red hattransformasi digital
4 Perubahan dalam Transformasi Digital
Director Sales, Financial Services, APAC, Red Hat, Benjamin Henshall. (Medcom.id)

Jakarta: Teknologi mendisrupsi berbagai industri, termasuk finansial dan perbankan. Ini memaksa lembaga perbankan untuk melakukan transformasi digital jika mereka tidak mau tergerus zaman. 

Menurut Director Sales, Financial Services, APAC, Red Hat, Benjamin Henshall, transformasi digital adalah sebuah proses yang terus berkelanjutan.

Membeli teknologi baru tidak serta-merta menjadikan perusahaan selesai melakukan transformasi digital. Menurutnya, ada empat hal yang perlu diubah dalam perusahaan untuk bisa tetap bersaing di era digital. 

"Pertama teknologi," kata pria yang akrab dengan panggilan Ben ini saat ditemui di J.W. Marriott. "Karena teknologi generasi sebelumnya tidak lagi cocok. Di sinilah peran Red Hat."

Menurutnya, Red Hat dapat memberikan aristektur software hybrid cloud yang fleksibel, memungkinkan perusahaan untuk menambahkan beban kerja atau menguranginya sesuai dengan kebutuhan.

Penggunaan kata "hybrid cloud" berarti perusahaan bisa menggabungkan penggunaan cloud publik dan cloud privat atau on-premise

"Dua, perilaku para pekerja. Tiga, proses, penggabungan dari pegawai dan teknologi. Empat, regulasi. Karena ada banyak regulasi di perusahaan besar yang membuat teknologi baru tidak bisa digunakan," kata Ben. 

Saat ini, perusahaan dan lembaga pemerintah memiliki banyak opsi terkait aristektur cloud. DI satu sisi, ini memberikan kebebasan pilihan. Di sisi lain, ini mungkin akan membuat perusahaan bingung untuk memilih solusi terbaik. 

"Jika saya ada di posisi perusahaan, saya akan memikirkan tentang cara mendapatkan platform yang memungkinkan software lama dan software baru berjalan berdampingan," ujar Ben.

"Dengan begitu, perusahaan tidak perlu membangun platform baru setiap kali mereka menggunakan teknologi baru."

Red Hat memiliki Open Innovation Labs untuk membantu perusahaan klien menyesuaikan diri dengan teknologi baru yang mereka gunakan. "Open Innovation Labs adalah ketika kami bekerja sama dengan pelanggan di kantor mereka. Kami membawa tim ahli kami untuk menunjukkan tim klien kami, bagaimana cara mengembangkan software dengan cepat."

"Perusahaan bisa belajar tentang cara menggunakan teknologi baru. Dan yang paling penting, mereka akan mengadopsi budaya belajar, sehingga mereka bisa terus mengaplikasikan apa yang mereka pelajari untuk mengubah para pekerja, proses perusahaan, dan regulasi ketika mereka mengadopsi teknologi baru lainnya."

Salah satu contoh bank yang menggunakan jasa Red Hat adalah BTPN. Beberapa tahun lalu, masalah BTPN adalah mereka tidak bisa menumbuhkan jumlah pengguna.

"Mereka memiliki sistem yang telah bekerja dengan baik selama ini. Namun, bank tidak tumbuh. Dan perbankan didisrupsi oleh digitalisasi. Jika BTPN tidak melakukan apa-apa, mereka tidak akan bisa tumbuh atau mereka mungkin akan kalah oleh pesaing."

Dalam kasus BTPN, jika dulunya mereka memanfaatkan pihak ketiga untuk mengelola segala sesuatu terkait IT, kini mereka memiliki tim sendiri yang akan bisa memanfaatkan teknologi baru yang digunakan BTPN, yaitu open source hybrid cloud milik Red Hat. Ini memungkinkan BTPN menawarkan layanan keuangan mereka via aplikasi, yaitu Jenius. 

Ben menjelaskan, saat ini, nasabah bank ingin bisa menggunakan layanan keuangan via smartphone. Karena itulah, bank harus bisa menyesuaikan diri dan mengubah cara mereka dalam membuat dan merawat aplikasi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.