Apple Tuntut Qualcomm Soal Paten Daya Baterai

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 30 Nov 2017 17:53 WIB
applequalcomm
Apple Tuntut Qualcomm Soal Paten Daya Baterai
Apple balas menuntut Qualcomm. (AFP PHOTO / Josh Edelson)

Jakarta: Pertarungan legal antara Apple dan Qualcomm masih terus berlanjut. Kini, muncul klaim pelanggaran paten terkait prosesor terbaik Qualcomm. 

Apple mengklaim, Qualcomm melanggar 8 paten daya baterai dengan prosesor mereka, untuk lebih tepatnya, prosesor Snapdragon 800 dan 820. Keduanya bukanlah prosesor terbaru Qualcomm, meski itu merupakan bagian dari jajaran kelas premium dan digunakan pada ponsel kelas atas sampai setahun lalu. 

Paten yang dilanggar mencakup teknologi yang memungkinkan prosesor mengambil daya sesedikit mungkin dan memungkinkan prosesor mengurangi atau meningkatkan penggunaan daya. Klaim pelanggaran paten ini pertama kali dilaporkan oleh Reuters. 

Klaim pelanggaran paten terbaru ini merupakan serangan balasan Apple atas klaim Qualcomm. Qualcomm menuduh Apple melanggar 6 paten mereka. Keenam paten tersebut juga terkait dengan daya baterai ponsel. Mereka juga berusaha untuk membuat Apple tak boleh menjual iPhone. 

Apple menuntut Qualcomm sebagai usahanya untuk menghentikan tuntutan Qualcomm. Apple berkata, mereka telah mendaftarkan paten untuk daya baterai jauh sebelum Qualcomm mendaftarkan paten mereka.

Perusahaan asal Cupertino itu juga menyebutkan klaim pelanggaran paten Qualcomm terlihat seperti usaha untuk mengklaim hasil inovasi perusahaan lain. Lebih lanjut Apple berkata bahwa Qualcomm secara selektif mendapatkan paten yang mencakup teknologi yang ada di dalam produk Apple. 

Qualcomm tidak menanggapi permintaan untuk komentar.

Pertarungan legal terkait paten baterai hanyalah salah satu pertarungan antara kedua perusahaan raksasa itu.

Pertarungan antara keduanya dimulai pada awal tahun, ketika Apple mulai memasukkan tuntutan pada Qualcomm di berbagai negara, menyebutkan bahwa Qualcomm menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk meminta pembuat smartphone membayar harga yang tak masuk akal untuk modem LTE mereka. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.