Unik, Aplikasi Chat Ini Hanya Bisa Dipakai Saat Baterai Ponsel Lemah

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 22 Jan 2018 07:40 WIB
aplikasi
Unik, Aplikasi Chat Ini Hanya Bisa Dipakai Saat Baterai Ponsel Lemah
Saat baterai ponsel sangat lemah, tidak banyak aplikasi yang berani Anda gunakan agar tidak cepat menguras baterai.

Jakarta: Salah satu formula untuk membuat sebuah layanan digunakan banyak pengguna adalah dengan membuat sesuatu yang unik. Hal ini yang paling ditonjolkan dari sebuah aplikasi bernama Die With Me.

Aplikasi buatan developer asal Belgia bernama Dries Depoorter ingin menciptakan sebuah interaksi yang berbeda saat baterai ponsel lemah dan sudah mau habis. 

Die With Me adalah aplikasi pengirim pesan yang hanya bisa dibuka dan digunakan saat baterai ponsel sisa 5 persen. Lalu siapa saja yang bisa Anda ajak berinteraksi di aplikasi ini?

Dalam aplikasi ini Anda hanya akan bisa berbicara dengan pengguna aplikasi lain di dalam sebuah grup chat yang baterai ponselnya juga lemah. Anda hanya bisa chatting dengan orang yang belum Anda kenal, bahkan Anda hanya bisa mengirim teks, tanpa foto atau video sama sekali.



Dikutip dari VICE, ide aplikasi ini pertama kali diperkenalkan dalam ajang The International Documentary Film Festival Amsterdam. Saat itu developer Die With Me membuat versi beta dan diuji coba pada para pengunjung acara tersebut.

Bagi Anda yang ingin mencobanya bisa mengunduh aplikasi ini di App Store dan Google Play Store. Namun, perlu tetap berhati-hati, sebab seseorang yang Anda ajak bicara di dalam aplikasi ini adalah orang asing.

Sangat dianjurkan untuk tidak mudah menerima ajakan bertemu. Bagaimanapun, aplikasi ini juga rawan digunakan oleh pelaku kejahatan seperti predator atau penguntit, dan lain-lain. Jadi jangan bagikan informasi pribadi apapun.




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.