Vietnam Siapkan 10.000 Personil Pasukan Siber

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 27 Dec 2017 08:04 WIB
cyber security
Vietnam Siapkan 10.000 Personil Pasukan Siber
Presiden Vietnam Tran Dai Quang.

Jakarta: Maraknya perang siber yang membuat beberapa negara membuat pasukan siber. Pasukan ini juga bertugas memantau secara ketat aktivitas internet. Kin,i Vietnam masuk dalam negara yang juga melakukan hal tersebut.

Dilaporkan Financial Times, Vietnam meniru langkah yang dilakukan oleh Tiongkok. Bukan untuk mencegah peredaran konten negatif, tapi juga mendukung partai yang berkuasa di negara tersebut.

Seperti yang diketahui, Vietnam dan Tiongkok memiliki ideologi negara dan partai berkuasa yang serupa. Disebutkan, pembuatan pasukan siber yang melibatkan 10.000 anggota ini untuk melawan pandangan yang salah terhadap partai berkuasa atau pemerintah.

"Kami sangat ingin membentuk kekuatan untuk melawan pandangan yang salah dan beredar di internet. Saya melihat negara lain juga menyatakan perang siber. Jadi kini setiap detik, menit, dan jam, kami siap untuk bertindak," tutur Kepala Departemen Politik Militer Vietnam Nguyen Trong Nghia.

Pasukan siber yang terdiri dari 10.000 personil ini diberi nama Force 47, dan diklaim memiliki kemampuan ahli siber yang sangat kuat. Pasukan ini akan memantau 63 persen pengguna internet di Vietnam dari total populasi sebesar 96 juta jiwa.

Meskipun Nguyen menegaskan pasukan siber ini tidak akan melakukan serangan siber, beberapa pengamat sistem keamanan siber menilai pasukan siber yang dibentuk pemerintah Vietnam sudah menjadi modal untuk membentuk mata-mata atau spionase.

Kemungkinan besar, saat pasukan siber ini sudah aktif beroperasi, pengguna internet di Vietnam bisa mengalami hal yang sama seperti di Tiongkok, yaitu ditangkap karena membuat konten negatif atau propaganda yang melawan pemerintah atau partai berkuasa.

Bulan lalu, blogger bernama Nguyen Van Hoa usia 22 tahun dijatuhi hukuman 7 tahun penjara setelah dianggap bersalah karena menyebarkan konten propaganda anti pemerintah. Padahal, blogger tersebut hanya melaporkan bocornya limbah kimia berbahaya yang dimiliki oleh perusahaan Taiwan di kota Vietnam. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.