Huawei Ikut Garap Sistem Operasi Sendiri?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 01 May 2018 14:07 WIB
androidhuawei
Huawei Ikut Garap Sistem Operasi Sendiri?
Huawei disebutkan sedang mengembangkan OS mobile sendiri. (AFP PHOTO / GREG BAKER)

Jakarta: Android merupakan sistem operasi pilihan kebanyakan manufaktur smartphone. Ke depan, mungkin para perusahaan pembuat ponsel akan membangun sistem operasi mereka sendiri.

Samsung telah mengembangkan Tizen OS selama beberapa waktu. Kini, South China Morning Post melaporkan bahwa Huawei juga sedang membuat sistem operasi sendri sebagai alternatif Android. 

Ada beberapa alasan mengapa Huawei harus mempertimbangkan untuk mengembangkan sistem operasi sendiri.

Salah satunya adalah karena hubungan kerja sama perdagangan antara Amerika Serikat dan Tongkok sedang memburuk. ZTE mungkin akan kehilangan lisensi penggunaan Android. Huawei, yang juga merupakan perusahaan Tiongkok, bisa mengalami hal yang sama. 

Meskipun hubungan antara AS dan Tiongkok tidak memburuk sekalipun, Huawei punya banyak alasan mengapa mereka ingin mengembangkan OS sendiri. Seperti mereka dapat mengurangi ketergantungan pada perusahaan lain. 

Huawei telah mengembangkan prosesor sendiri agar mereka tidak lagi menggantungkan diri pada perusahaan pembuat prosesor mobile seperti Qualcomm. Memang, sebagian ponsel Huawei masih menggunakan chip buatan pihak ketiga. Namun, sebagian besar dari ponsel mereka menggunakan prosesor buatan mereka sendiri. 

Dikabarkan, rencana untuk membuat sistem operasi sendiri dimulai oleh pendiri Huawei, Ren Zhengfei dan merupakan rencana cadangan jika "skenario terburuk" terjadi. Sistem operasi itu belum digunakan pada ponselnya karena ia masih belum sebaik Android. 

Huawei juga tidak banyak bicara soal sistem operasi yang sedang mereka bangun. Menurut pernyataan resmi dari perusahaan Tiongkok itu, mereka "tidak punya rencana dalam waktu dekat untuk meluncurkan OS kami sendiri."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.