Google Jamin Assisstant Bakal Memperkenalkan Diri

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 11 May 2018 12:50 WIB
google
Google Jamin Assisstant Bakal Memperkenalkan Diri
Google pastikan orang yang berinteraksi dengan Duplex tahu kalau mereka sedang berbicara dengan AI.

Jakarta: Muncul kritik keras pada Google setelah mereka menunjukkan bagaimana asisten virtual mereka dapat membuat janji temu melalui telepon dan terdengar sangat manusiawi.

Karena itu, Google membuat pernyataan bahwa sistem asisten virtual mereka akan memberitahu penerima panggilan telepon bahwa dia sedang berbicara dengan kecerdasan buatan. 

"Kami mengerti dan menghargai diskusi tentang Google Duplex -- seperti yang telah kami katakan sejak awal, transparansi dari teknologi ini penting," kata juru bicara Google pada The Verge.

"Kami mendesain fitur ini lengkap dengan pemberitahuan dan kami akan memastikan bahwa sistem ini teridentifikasi dengan benar. Apa yang kami tunjukkan di I/O adalah demo awal dari teknologi tersebut dan kami tidak sabar untuk mengembangkan produk ini sesuai dengan komentar dan saran yang kami dapatkan." 

Saat ini, Duplex belum menjadi produk yang bisa diluncurkan. CEO Google Sundar Pichai memperkenalkannya dalam konferensi developer I/O. Dalam demonstrasi tersebut, Duplex terdengar sangat manusiawi karena Google membiarkan Duplex menggunakan kata-kata tanpa makna seperti "uh" dan "um", layaknya manusia. 

Dalam demo, terlihat bagaimana Assistant secara sengaja menyamarkan diri sebagai manusia. Hal ini membuat banyak kritikus teknologi khawatir. Seorang kritikus teknologi, Zeynep Tufekci menyebutkan bahwa demonstrasi Duplex itu "mengerikan".

Melalui sebuah blog post, Google mengatakan bahwa transparansi merupakan kunci untuk memberikan pengalaman yang baik pada seseorang ketika dia berinteraksi dengan Duplex.

Namun, dalam panggung I/O, Google tidak mengatakan bahwa Assistant akan mengakui dirinya sebagai AI pada orang yang dia ajak bicara. 

Setelah itu, juru bicara Google mengatakan bahwa perusahaan merasa bertanggung jawab untuk memberitahukan orang yang berinteraksi dengan Duplex bahwa mereka sedang berbicara dengan sebuah software.

Dia juga menyebutkan, tim Assistant sedang mencari cara untuk memastikan agar Duplex tidak disalahgunakan misalnya dengna membuatnya melakukan panggilan spam


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.