Google Hilangkan Bagian Tablet dari Situs Android?

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 04 Jun 2018 16:28 WIB
google
Google Hilangkan Bagian Tablet dari Situs Android?
Bagian tablet menghilang dari situs Android, dan Google menyebut bug sebagai penyebabnya.

Jakarta: Samsung Galaxy Note 9 dengan ukuran layar 6,4 inci diperkirakan akan meluncur pada bulan September mendatang. Dengan peluncuran smartphone tersebut, kebutuhan konsumen akan tablet semakin dipertanyakan.

Peningkatan ukuran layar pada smartphone baru turut menjadi alasan penurunan penjualan tablet secara global. Selain itu, pemilik tablet dinilai tidak berupaya untuk melakukan upgrade ke perangkat baru dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun. Dengan demikian, Google secara diam-diam menghapus bagian tablet dari situs Android miliknya.

Google tidak mengungkap tablet referensi untuk Android P pada tahun ini, dan langkah ini dikabarkan telah dipersiapkan Google sejak beberapa waktu lalu. Namun, beberapa waktu setelah menghilangnya bagian ini dari situsnya, bagian tablet tersebut kembali muncul.

Google menyalahkan bug sebagai penyebab menghilangnya bagian tablet dari situs Android miliknya, saat Google mencoba untuk melakukan update pada halaman tersebut.

Informasi yang diumumkan Google SVP of platforms and ecosystems for Android Hiroshi Lokheimer via Twitter ini mendapat tanggapan sinis dari salah satu pengguna.

Pengguna menyebut model tablet yang dicantumkan oleh Google pada bagian di situs tersebut merupakan model kuno. Namun, tablet Android pernah memiliki sistem operasi Android versi khusus, bernama Honeycomb atau Android 3.0.

Sistem operasi ini diluncurkan pada bulan Januari 2011, saat Apple iPad pertama belum genap berusia satu tahun. Kala itu, Motorola memperkenalkan tablet pertamanya bernama Xoom, dan tersedia di pasar dengan dukungan sistem operasi Honeycomb.

Sembilan bulan kemudian, Samsung Galaxy Note diluncurkan, sebagai smartphone pertama dengan dukungan layar berukuran 5 inci. Perangkat ini diluncurkan pada akhir Oktober 2011, dan persaingan antara perangkat dengan layar berukuran besar pun dimulai.

Tanpa dukungan Google, kehadiran perangkat tablet bersistem operasi Android karya produsen besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Menurut IDC, sebanyak 163,5 juta tablet didistribusikan ke seluruh dunia pada tahun lalu, menurun sebesar 6,5 persen dari jumlah unit pada tahun 2016.

Apple masih menduduki posisi pemimpin, dan Google diperkirakan menyerah pada perangkat versi Android. Pada saat yang sama, beredar rumor yang menyebut bahwa Google berencana mengajak produsen tablet untuk menggunakan sistem operasi Chrome OS pada perangkat mereka.

Chrome OS yang juga mendukung aplikasi Android diprediksi menjadi masa depan dari tablet yang didukung oleh Google. Sebagai informasi, pada bulan Maret lalu, Acer memperkenalkan Chromebook Tab 10, tablet pertama di dunia yang menggunakan sistem operasi Chrome OS.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.