Apple Larang Aplikasi Mata Uang Kripto di iPhone

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 12 Jun 2018 11:09 WIB
apple
Apple Larang Aplikasi Mata Uang Kripto di iPhone
Apple mencantumkan pelarangan secara spesifik untuk mata uang kripto pada panduan iOS baru.

Jakarta: Apple merilis panduan baru sistem operasi iOS, secara spesifik mencantumkan mata uang kripto pada bagian 3.15.

Bagian tersebut mencantumkan larangan bagi aplikasi untuk menambang Bitcoin dan mata uang virtual lainnya, kecuali dilakukan di luar perangkat atau via cloud.

Aplikasi juga tidak dapat menawarkan mata uang kripto sebagai hadiah setelah melakukan tugas tertentu seperti mengunduh aplikasi tertentu, atau mengunggah pesan pada media sosial.

Penawaran awal termasuk investasi masa depan, dan keamanan lain terkait dengan mata uang kripto harus ditawarkan oleh bank, perusahaan keamanan atau penukaran uang yang mapan dan berbadan hukum.

Penambangan mata uang kripto membutuhkan perangkat khusus dan bertenaga yang dapat menyelesaikan formula matematis rumit, untuk memverifikasi transaksi mata uang kripto di Blockchain.

Terdapat persaingan ketat untuk menyelesaikan perhitungan tersebut, dan pada bagian 2.4 dari panduan iOS mengharuskan aplikasi pihak ketiga untuk berbekal kemampuan mengefisiensikan daya.

Selain itu, bagian 2.4 juga mengharuskan aplikasi pihak ketiga untuk tidak menghabiskan daya baterai secara cepat, menghasilkan suhu panas berlebih, atau memberikan beban yang tidak diperlukan pada sumber daya perangkat. Bagian ini juga melarang aplikasi dan iklan pihak ketiga untuk menjalankan "proses tidak terkait di latar, seperti penambangan mata uang kripto".

Apple diperkirakan memungkinkan iPhone untuk menginstal aplikasi yang bertindak sebagai dompet virtual, meski pengembang aplikasi ini harus berdiri dan beroperasi layaknya organisasi.

Namun pada smartphone mendatang yang mendukung Blockchain seperti HTCExodus yang belum diumumkan dan Sirin Finney, tidak memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menangani penambangan mata uang kripto.

Ponsel ini akan berbekal dompet menyimpanan yang dapat digunakan untuk menyimpan mata uang kripto secara offline, untuk mengurangi peluang serangan peretas ke dalam dompet. Kedua ponsel akan menyediakan kemampuan terbaru, dan Exodus dilaporkan akan memungkinkan pertukaran mata uang virtual di antara pemilik perangkatnya.

Blockchain, yang diciptakan untuk Bitcoin, merupakan proses penyimpanan terpusat lokasi setiap transaksi baru dalam kotak yang dikirimkan ke seluruh anggota jaringan untuk mendapatkan persetujuan.

Setelah disetujui, Block ditambahkan ke rantai dan transaksi diselesaikan. Blockchain juga disebut sebagai cara lebih aman untuk menyimpan catatan finansial dan diklaim lebih sulit untuk diretas.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.