Melihat Strategi AWS Amankan Perangkat IoT

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 05 Apr 2018 17:36 WIB
amazoninternet of things
Melihat Strategi AWS Amankan Perangkat IoT
Ilustrasi.

Singapura: Sejak sekitar dua tahun yang lalu, penggunaan perangkat Internet of Things mulai menjadi populer di Indonesia.

Perangkat IoT tidak hanya bisa digunakan di kalangan konsumen untuk membangun smart home -- ketika berbagai perabot rumah, mulai dari colokan listrik hingga lampu terhubung ke internet dan dengan satu sama lain -- tapi juga di kalangan pelaku usaha. 

Habibi Garden dan eFishery adalah dua startup yang memanfaatkan teknologi IoT untuk membantu petani dan peternak ikan mendapatkan hasil yang maksimal. Sayangnya, sama seperti teknologi lainnya, penggunaan IoT bukannya tidak memiliki risiko.

Dalam AWS Summit, Ian Massingham, Global Head of Technical & Developer Evangelism, Amazon Web Services mengatakan ada dua alasan mengapa keamanan perangkat IoT sangat penting. 

"Pertama, perangkat IoT tidak hanya mengumpulkan data dari dunia nyata, tapi juga dapat memengaruhinya," kata Massingham saat ditemui di Singapore Expo.

"Kedua, perangkat IoT biasanya ada dalam jumlah yang sangat banyak, memberikan kesempatan pada kriminal siber untuk melakukan DDoS (Distributed Denial of Service) menggunakan perangkat IoT."

DDoS adalah serangan yang bertujuan untuk membuat situs atau layanan berbasis internet tidak bisa diakses dengan membanjirinya dengan trafik.

Salah satu kasus serangan DDoS terbesar yang pernah terjadi adalah pada Dyn pada akhir 2016. Lumpuhnya Dyn membuat beberapa layanan ternama -- seperti Twitter -- tidak bisa diakses. 

Menyadari pentingnya keamanan untuk perangkat IoT, AWS menawarkan dua layanan keamanan, yaitu AWS IoT Device Defender dan AWS Shield.

"AWS IoT Device Defender memungkinkan pengguna untuk memonitor perangkat IoT dan bisa mendapatkan notifikasi ketika anomali terdeteksi," kata Massingham. 

Layanan ini juga membantu pengguna perangkat IoT untuk memperbarui firmware dari perangkat miliknya. Dengan begitu, celah keamanan yang mungkin ada pada perangkat bisa ditutup. 

Sementara itu, AWS Shield bertujuan untuk melindungi aplikasi yang menggunakan layanan cloud AWS dari serangan DDoS. "Jika Anda menyimpan aplikasi di cloud, AWS Shield akan melindungi aplikasi Anda dari DDoS," katanya. AWS Shield adalah layanan gratis yang akan didapatkan oleh semua aplikasi yang tersimpan pada cloud AWS.

Jika tidak puas dengan Shield, Massingham berkata, AWS menyediakan Shield Advanced, layanan keamanan berbayar yang akan menawarkan perlindungan ekstra pada aplikasi dari serangan secara real-time.

"Jika Anda punya layanan sangat penting yang memerlukan perlindungan paling aman dari DDoS, Anda bisa memanfaatkan layanan ini," ujarnya. 

IoT Device Defender hanya bisa digunakan jika manufaktur perangkat memanfaatkan IoT Core milik AWS. "Karena Device Defender bekerja dengan mengawasi trafik antara perangkat IoT dengan Core," ujarnya. 

Meskipun tidak bisa melindungi semua perangkat IoT, keberadaan layanan keamanan dari AWS ini bisa membantu untuk mengatasi masalah keamanan pada perangkat IoT. 


(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.