Honor akan Rilis Fitur GPU Turbo, Tingkatkan Performa Game di Ponsel

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 08 Jun 2018 14:41 WIB
honor
Honor akan Rilis Fitur GPU Turbo, Tingkatkan Performa Game di Ponsel
Honor mengonfirmasik akan menghadirkan update berbekal teknologi GPU Turbo pada seluruh perangkatnya.

Jakarta: Huawei mengumumkan smartphone Honor Play barunya akan menggunakan teknologi baru bertajuk GPU Turbo untuk dapat berkompetisi dengan perangkat serupa Pazer Phone dan ASUS ROG Phone, meski tidak mengusung spesifikasi unggulan.

Kini, untuk menarik perhatian lebih banyak konsumen, perusahaan asal Tiongkok ini mengonfirmasi bahwa teknologi GPU Turbo ini akan digulirkan pada perangkat Honor lainnya. Software baru yang diklaim mampu meningkatkan pengalaman bermain game pada smartphone Honor ini pada dasarnya berfungsi untuk mengalihkan daya ke GPU saat dibutuhkan.

Honor juga sangat percaya diri akan fitur yang diklaimnya memungkinkan ponsel Honor kelas menengah mengalahkan ponsel kelas unggulan tertentu pada situs benchmark. Namun tidak hanya ini, sub-merek Huawei ini mengaku tengah merencanakan update di masa depan, yang akan memperkenalkan dukungan untuk gaming AR dan VR pada Honor Play.

Disinggung soal pelanggan internasional, Honor telah mengonfirmasi bahwa software GPU Turbo baru serta dukungan di masa depan untuk AR dan VR, akan digulirkan kepada Honor 10, Honor View 10, Honor 9 Lite, dan Honor 7x.

Namun, merek yang populer dan menyasar konsumen muda sebagai target pasarnya ini masih enggan merilis jadwal terkait pengguliran update ini. Di sisi lain, mengingat sebagian besar smartphone Honor memiliki prosesor dan GPU serupa, peluang bahwa teknologi ini juga akan digunakan pada perangkatnya di masa depan tergolong tinggi.

Sementar itu, Huawei dilaporkan tengah mengembangkan sistem operasi sendiri sebagai alternatif dari Android. Pengembangan ini disebut sejumlah pihak didasarkan pda sejumlah alasan. Salah satunya adalah terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang sedang memburuk.

Memburuknya hubungan kedua negara besar dunia ini dinilai menimbulkan potensi Huawei kehilangan lisensi penggunaan Android, peluang yang saat ini tengah dihadapi oleh ZTE. Alasan lainnya adalah untuk mengurangi ketergantungan Huawei pada perusahaan lain.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.