Pamer X21 dan Apex, Vivo: Belum Bakal Masuk Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 24 May 2018 13:35 WIB
Pamer X21 dan Apex, Vivo: Belum Bakal Masuk Indonesia
Vivo X21 dan Vivo Apex.

Jakarta: Dalam acara berbuka puasa bersama, Vivo nemamerkan dua smartphone terbarunya, yakni Vivo X21 dan Vivo Apex.

Seperti yang diketahui bahwa kedua smartphone tersebut di luar sudah mendapatkan gaung yang cukup ramai. Vivo X21 menjadi salah satu smartphone yang akan dijual dalam edisi Piala Dunia 2018, karena Vivo menjadi salah satu sponsor di acara tersebut.

Sementara Vivo Apex menjadi smartphone tercanggih Vivo sekaligus salah satu inovasi yang dipuji saat pertama kali di ajang MWC 2018 beberapa bulan lalu sebagai concept phone. Vivo telah memastikan bahwa smartphone tersebut akan meluncur tanggal 12 Juni 2018.



Sama dengan Vivo X21, smartphone ini sudah disiapkan dan Tiongkok. Sebagian dari Anda mungkin masih bertanya-tanya apa kecanggihan dari dua smartphone ini.

Vivo X21 menjadi smartphone pertama yang siap dilepas ke pasar dengan teknologi pemindai sidik jari yang terletak di bawah layar. Teknologi ini sebelumnya dianggap masih terlalu canggih untuk diterapkan. Tentu saja, fitur ini membuat Vivo X21 memiliki layar bezel-less ukuran 6,28 inci aspek rasio 19:9.

Medcom.id menemukan bahwa Vivo sudah menyiapkan dua versi, yakni dengan pemindai sidik jari dibalik layar atau under display dan yang berada di punggung smartphone. Sayangnya, Product Manager Vivo Indonesia Jason Fanjaya mengatakan bahwa Vivo X21 belum akan masuk Indonesia.

Dia juga menuturkan jawaban yang sama untuk Vivo Apex hanya saja dia menyatakan bahwa setelah Tiongkok, Asia akan menjadi pasar kedua yang menerima kehadiran dua smartphone ini. Dia tidak bisa memberikan jawaban pasti terkait Indonesia yang dianggap sebagai pasar smartphone terbesar di Asia Tenggara oleh banyak pihak.



Kemampuan yang sama juga ditawarkan oleh Vivo Apex, bahkan layarnya bisa membaca dua sidik jari sekaligus di atas layarnya. Perbedaannya dengan Vivo X21 adalah fitur tersebut membuat layar Vivo Apex benar-benar bezel-less tanpa notch atau poni seperri Vivo X21.

Kecanggihan yang paling menarik perhatian dari Vivo Apex adalah penggunaan kamera depan yang menonjol dari bagian atas bodinya. Hal ini dilakukan karena desain layar full bezel-less, bahkan earpiece yang biasa terletak di atas layarnya menggunakan teknologi yang layarnya bisa menghasilkan getaran untuk mengantarkan suara.



Jason sendiri menuturkan bahwa kemungkinan yang nantinya bisa masuk ke Indonesia adalah Vivo X21, tapi tidak diketahui apakah yang masuk sini akan memiliki spesifikasi atau versi yang berbeda.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.