Serangan Keamanan Siber Terus Meningkat Pesat

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 11 Sep 2017 16:12 WIB
symanteccyber security
Serangan Keamanan Siber Terus Meningkat Pesat
Symantec mengumumkan hasil laporan terkait keamanan seiber tahunnya, selama tahun 2016 lalu.

Metrotvnews.com, Jakarta: Symantec mengumumkan hasil laporan Internet Security Threat Report (ISTR) tahunannya, dengan peningkatan serangan keamanan siber pada teknologi di bidang enterprise, hari ini, Senin (11/9/17, di Grand Indonesia.

"Tahun 2016 terjadi peningkatan jumlah serangan di bidang enterprise cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.  Selama enam bulan pertama tahun ini, perusahaan menyumbang 42 persen dari total infeksi serangan ransomware, naik 30 persen dari tahun 2016 dan 29 persen pada tahun 2015. Peningkatan ini terutama diakibatkan oleh WannaCry dan Petya," ujar Chief Officer Technology Officer Symantec Asia, Matthias Yeo.

Matthias turut menjelaskan bahwa lebih sedikitnya serangan terhadap bidang enterprise karena peretas menilai pengguna internet di bidang consumer memiliki celah lebih besar dalam hal perlidnungan keamanan. Meskipun demikian, peluang dalam menghasilkan dana yang lebih besar di ranah enterprise dinilai menjadi alasan di balik peningkatan jumlah serangan tersebut.

Selain itu, laporan tersebut turut mengungkap peningkatan jumlah serangan terhadap industri melalui email. Peningkatan tersebut berdampak terbalik dengan jumlah serangan via web yang mengalami penuruan. Symantec menilai hal ini disebabkan oleh peningkatan kewaspadaan perusahaan, yang menerapkan sistem perlindungan lebih tinggi.

Penyerangan via email kian marak sebab malware yang disisipkan melalui tautan atau file pada email dinilai masih sulit untuk dideteksi, dan belum banyak metode serta teknologi yang mampu untuk mendeteksinya secara akurat.

Kesulitan dalam menghalau serangan keamanan siber, lanjut Matthias, juga disebabkan oleh sejumlah tantangan yang dihadapinya. Tantangan tersebut termasuk rumitnya definisi pengguna yang harus dijaga sistem keamanan perusahaan, jenis dan metode serangan yang berevolusi dan tidak diimbangi kecepatan dalam menghadirkan solusi, serta perimeter yang kian meluas.

Penggunaan cloud turut menjadi tantangan dalam menjaga keamanan siber, sebab divisi TI perusahaan disebut Symantec sering kali tidak mengetahui keamanan pengunduh data yang dibagikan oleh pegawai perusahaannya, serta celah yang mungkin terdapat pada penyimpanan awan tersebut.

Sehingga perusahaan dinilai tidak lagi hanya dapat memanfaatkan metode perlindungan tradisional, dan perlu mengombinasikan sejumlah metode perlindungan keamanan siber. Metode perlindungan tersebut disebut Symantec harus terintegrasi dalam satu platform, melingkupi segi endpoint, email, dan situs.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.