Pesawat Otonom Bisa Hemat Biaya Rp400 Triliun per Tahun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 08 Aug 2017 13:46 WIB
teknologi
Pesawat Otonom Bisa Hemat Biaya Rp400 Triliun per Tahun
Ilustrasi.

Metrotvnews.com: Di masa depan, pesawat mungkin bisa diterbangkan tanpa pilot. Namun, menurut studi dari bank Swiss, UBS, para konsumen tampaknya belum siap untuk menggunakan pesawat tersebut. 

Dari 8 ribu orang yang disurvei, lebih dari setengah mengatakan bahwa mereka tidak mau naik pesawat tanpa pilot, bahkan jika tiket dihargai lebih murah. Secara keseluruhan, hanya 17 persen responden yang berkata mereka mau naik pesawat tanpa awak.

Menurut laporan The Verge, angka tersebut naik menjadi 27 persen ketika sampel dikelompokkan ke dalam kategori umur 18-24 tahun dan menjadi 31 persen dalam kategori 25-34 tahun. 

Kerelaan untuk naik pesawat tanpa pilot pun berbeda-beda, tergantung negara. Responden asal Jerman dan Prancis merupakan pihak yang paling enggan untuk naik pesawat tanpa pilot. Hanya 13 persen responden yang bersedia. Sebaliknya, sebanyak 27 persen responden asal Amerika Serikat mengaku bersedia untuk naik pesawat tanpa awak.

Riset itu menyebutkan, pesawat tanpa pilot bisa membuat maskapai penerbangan menghemat biaya hingga USD30 miliar (Rp400 triliun) per tahun. Penghematan ongkos bisa dilakukan berkat penghematan bahan bakar karena rute penerbangan yang lebih efektif dan penghapusan biaya pilot dan pelatihan pilot. 

UBS percaya, para penumpang kemudian akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk harga tiket yang lebih murah, dengan asumsi menerbangkan pesawat tanpa pilot tidak memerlukan biaya ekstra dan maskapai tidak mengambil keuntungan yang lebih besar. 

Di pasar Eropa harga dari tiket pesawat bisa berkurang sekitar 4 persen sementara persentase rata-rata dari total biaya yang bisa dikurangi ke penumpang di AS adalah 11 persen. UBS memperkirakan, pada akhirnya, teknologi pesawat otonom bisa membuat penerbangan menjadi lebih aman dan mengurangi kesalahan yang dilakukan oleh pilot. 


(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

1 day Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.