Apple Targetkan Jual 230 Juta Unit iPhone Baru

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 20 Apr 2017 09:04 WIB
apple
Apple Targetkan Jual 230 Juta Unit iPhone Baru
Apple menargetkan untuk menjual iPhone barunya sebanyak 230 juta unit.

Metrotvnews.com: Apple dilaporkan menargetkan untuk menjual total sebanyak 230 juta unit model iPhone baru. Masih belum diketahui iPhone yang dimaksud Apple pada target tersebut.

Menurut Phone Arena, perusahaan berbasis di Cupertino, Amerika Serikat ini memesan sebanyak hampir 100 juta iPhone barunya pada tahun 2017. Salah satu sumber menyebut Apple akan memesan lebih dari 500 juta pasang chip per kuartal untuk iPhone terbarunya.

Pemasok seperti ADI, Broadcom, Cirrus Logic, Cypress, NXP, Qualcomm, STMicroelectronics, dan TI dilaporkan akan memulai proses pembangunan inventori selama kuartal kedua, yaitu pada bulan April hingga Juni. Mereka akan menyelesaikan produksi pada awal kuartal ketiga untuk memenuhi permintaan iPhone baru tahun ini.

TSCM akan memproduksi prosesor aplikasi A11 baru melalui proses 10nm, direncanakan memproduksi secara massal pada pertengahan tahun kedua. Selama enam bulan tersebut, A11 akan berkontribusi sebesar 10 persen dari total penjualan TSCM.

Sementara itu menurut analis Steven Mulinovich, iPhone versi baru akan dipasarkan seharga dari USD850 (Rp11,3 juta) hingga USD900 (Rp12 juta) untuk model bermemori 64GB, sementara model yang disebut dengan nama iPhone 7s dan 7s Plus akan dipasarkan seharga USD650 (Rp8,6 juta) dan USD750 (Rp10 juta).

Pada tahun lalu, Apple menjual sebanyak 78,3 juta unit iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Penjualan tersebut mendorong optimisme Apple untuk dapat menjual model terbaru dari ponsel cerdasnya setidaknya hingga 80 juta unit.

Sebelumnya, Apple juga dilaporkan telah memesan hingga 95 juta panel layar OLED dari Samsung selama tahun 2017, dengan nilai kesepekatan dengan kurun waktu selama dua tahun tersebut mencapai USD9 miliar (Rp120 triliun).

Informasi terbaru yang beredar memperkirakan konsumen harus menunggu hingga akhir tahun untuk dapat membeli iPhone versi premium terbaru. Penundaan ketersediaan ponsel cerdas ini disebut karena tingginya kesulitan untuk memproduksi perangkat tersebut.


(MMI)