Facebook akan Tinjau Sistem Pelaporan Konten

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 18 Apr 2017 10:17 WIB
media sosialfacebook
Facebook akan Tinjau Sistem Pelaporan Konten
Facebook mengatakan akan mengubah sistem pelaporan kontennya. (AP Photo/James H. Collins, File)

Metrotvnews.com: Dalam sebuah pernyataan resmi, Facebook mengatakan bahwa mereka akan meninjau kembali sistem pelaporan konten mereka. Hal ini mereka umumkan setelah sebuah video yang menunjukkan penembakan di Cleveland tetap ada di situsnya selama berjam-jam.

"Karena rentetan kejadian mengerikan ini, kami akan meninjau kembali sistem pelaporan kami untuk memastikan agar pengguna bisa melaporkan video dan konten lain yang melanggar standar kami dengan cepat dan mudah," ujar Facebook dalam pernyataan resmi, seperti yang dikutip dari The Verge. 

Saat ini, pelaku penembakan dalam video masih belum ditemukan. Dalam video Facebook Live, terlihat bagaimana seorang pria yang polisi identifikasi sebagai Steve Stephens mendekati dan menembak Robert Godwin Sr, yang berumur 74 tahun. Facebook menyebutkan, laporan pertama muncul lebih dari 1 jam 45 menit menit sejak video diunggah.

"Kami menonaktifkan akun tersangka dalam waktu 23 menit setelah mendapatkan laporan pertama tentang video pembunuhan ini dan 2 jam setelah mendapatkan laporan jenis lain," ujar Facebook. "Tapi kami sadar kami harus bisa jadi lebih baik lagi." 

Facebook menyebutkan, mereka menggunakan sistem kecerdasan buatan dan "ribuan orang di seluruh dunia" untuk meninjau konten yang ada di media sosialnya.

Perusahaan media sosial ini juga menjelaskan runtutan kejadian. Mereka berkata, tersangka merilis 3 video. Video pertama, yang Facebook sebutkan tidak pernah dilaporkan, menunjukkan Stephens sedang berbicara tentang pembunuhan.

Setelah itu, dia mengunggah video tentang penembakan. Kemudian, dia menggunakan Facebook Live untuk memberikan pengakuan dalam sebuah video berdurasi 5 menit. Facebook berkata, mereka mendapatkan laporan tidak lama setelah video itu berakhir.

"Memastikan komunitas kami aman adalah bagian penting dari misi kami," ujar Facebook dalam sebuah pernyataan resmi. "Kami berterima kasih pada siapapun yang melaporkan video-video ini dan konten tidak pantas lainnya dan pada orang-orang yang membantu kami mengamankan Facebook."


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.