Dilarang Beroperasi, Google Tetap Cari Talenta di Tiongkok

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 06 Sep 2017 15:24 WIB
teknologigoogle
Dilarang Beroperasi, Google Tetap Cari Talenta di Tiongkok
Google ingin mencari talenta di Tiongkok. (CNN Money)

Metrotvnews.com: Bisnis utama Google memang telah diblokir di Tiongkok selama lebih dari 7 tahun, tapi itu bukan berarti perusahaan internet raksasa itu berhenti untuk mencari talenta dari Negeri Tirai Bambu. 

Kecerdasan buatan diduga akan memiliki peran sangat penting di masa depan. Presiden Rusia, Vladimir Putin bahkan mengatakan, negara yang menguasai teknologi AI akan menguasai dunia. Tidak hanya itu, mantan pemimpin Google di Tiongkok, Kaifu Lee juga membuat perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, seperti yang disebutkan oleh TechCrunch. Kaifu merasa, AI akan memengaruhi "semua pekerjaan di semua industri."

Saat ini, keberadaan Google di Tiongkok bukannya telah hilang sama sekali. Menurut situsnya, Google kini membuka setidaknya 4 lowongan pekerjaan terkait AI atau pembelajaran mesin di kantornya di Beijing. Selain itu, mereka juga membuka lowongan itu di Shanghai dan Guangzhou, lapor Bloomberg.

Keputusan Google ini muncul karena gencarnya usaha perusahaan Tiongkok untuk mendapatkan talenta terbaik yang ada di Amerika Serikat, khususnya Silicon Valley. Perusahaan-perusahaan raksasa asal Tiongkok seperti Alibaba, Tencent, Didi dan Baidu kini telah membuka pusat riset dan penelitian di California dan mempekerjakan orang-orang berbakat asal AS.

Saat ini, AS mungkin memang menjadi negara dengan talenta terbaik, tapi Tiongkok dengan cepat menyusul ketertinggalannya. Tidak heran, mengingat pemerintah Tiongkok sendiri telah memprioritaskan pengembangan AI.

Pada musim panas ini, Tiongkok mengumumkan program untuk menjadi pemimpin dalam bidang AI pada 2030. Program ambisius tersebut bertujuan untuk membangun industri domestik dengan nilai USD150 miliar (Rp2 triliun) per tahun. Pemerintah siap untuk melakukan investasi besar-besaran untuk merealisasikan program tersebut. Karena itu, keputusan Google untuk mencari talenta di Tiongkok adalah keputusan yang tepat.


(MMI)