Microsoft Rela Bayar Rp3,3 Miliar untuk Bug di Windows 10

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 27 Jul 2017 13:19 WIB
microsoftsecuritywindows 10
Microsoft Rela Bayar Rp3,3 Miliar untuk Bug di Windows 10
Microsoft buka program pencarian bug baru. (IBTimes UK)

Metrotvnews.com: Microsoft meluncurkan Windows Bounty Program baru hari ini. Tujuannya adalah untuk memperbanyak program pencarian bug milik mereka. Sebelum ini, perusahaan software raksasa tersebut bersedia untuk membayar hingga USD100 ribu (Rp1,3 miliar) untuk peneliti yang menemukan bug pada Windows 8.1.

Melalui program pencarian bug baru ini, Microsoft bersedia merogoh kocek lebih dalam untuk menemukan kelemahan pada Hyper-V di Windows 10 atau Windows Server. Menurut laporan The Verge, Microsoft kini akan membayar hingga USD250 ribu (Rp3,3 miliar) untuk kelemahan yang sangat berbahaya pada Hyper-V. Sementara bug pada Microsoft Edge atau versi preview dari Windows 10 dihargai hingga USD15 ribu (Rp200 juta), 

"Keamanan selalu berubah dan kami memprioritaskan jenis kelemahan yang berbeda pada waktu yang berbeda," ujar juru bicara Microsoft dalam sebuah blog post. "Microsoft percaya efisiensi dari program pencarian bug dan kami percaya, ini akan memperbaiki keamanan kami."

Windows Bounty Program ini diluncurkan hari ini dan akan terus berlanjut sampai Microsoft memutuskan untuk menghentikannya. Microsoft bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang membuka program pencarian bug. Perusahaan teknologi lain juga melakukan hal yang sama, seperti Facebook, Google, Apple dan Uber.

Program pencarian bug biasanya dibuat dengan tujuan untuk mendorong peneliti keamanan memberitahukan kelemahan yang mereka temukan pada perusahaan pembuat software dan bukannya menjualnya ke pihak lain. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.