Vivo Klaim Pemindai Wajah V7+ Aman

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 25 Sep 2017 15:54 WIB
vivo
Vivo Klaim Pemindai Wajah V7+ Aman
Vivo mengklaim fitur Face Access yang ditawarkan Vivo V7 Plus lebih aman dibandingkan pendahulunya.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tren dukungan sensor sebagai fitur pendukung keamanan pada smartphone turut menjangkiti Vivo. Setelah sebelumnya menghadirkan ponsel cerdas dengan dukungan sensor pemindai sidik jari, pada perangkat terbarunya, yaitu V7 Plus, Vivo mengunggulkan fitur pemindai wajah untuk keamanan perangkat.

Fitur bernama Face Access tersebut diklaim Vivo mampu membantu pengguna melindungi perangkatnya, dan diklaim mampu menghadirkan keamanan lebih baik jika dibandingkan dengan perangkat pendahulunya. Sekilas, fitur ini serupa dengan fitur yang ditawarkan oleh iPhone X yaitu Face ID dan pemindai wajah pada Samsung Galaxy Note 8.

"Sudah kami tes, dia mau pakai make up atau tidak pakai make up, sebelumnya pas daftar tadinya pakai hijab terus kemudian tidak pakai hijab, kondisi ruangan gelap, semua sudah kita tes dan berhasil. Kemungkinan keberhasilannya sangat tinggi untuk Face Access ini," ujar Product Manager Vivo Mobile Indonesia, Irfan Alvianto.

Memiliki kemiripan dengan fitur yang diusung dua nama besar industri teknologi dunia tersebut, Irfan menyebut fitur Face Access tersebut mengusung teknologi berbeda. Irfan turut menyebut perbedaan teknologi tersebut mengharuskan pengguna memegang perangkat sendiri untuk dapat membuka kunci perangkat.

Sebab kondisi memegang ponsel sendiri akan menghasilkan ayunan yang dibutuhkan oleh teknologi untuk dapat dideteksi. Hal ini digadang Vivo akan mampu meyakinkan konsumen terkait keamanan terbaik yang ditawarkan oleh ponsel cerdasnya tersebut.

Fitur ini juga diklaim mampu membuka kunci perangkat dalam waktu kurang dari satu detik, sama cepatnya jika dibandingkan dengan sensor pemindai sidik jari yang tersemat pada perangkat Vivo terdahulu, terutama pada V5s. Selain itu, Vivo juga tetap membekali V7+ dengan fitur keamanan via passcode dan patern, mendampingi pemindai sidik jari.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.