Pengantar UberEats Tembak Pelanggan Hingga Tewas

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 20 Feb 2018 09:03 WIB
uber
Pengantar UberEats Tembak Pelanggan Hingga Tewas
Layanan UberEats memiliki wilayah operasional yang lebih luas ketimbang ride-sharing Uber namun layanan ini lebih laris di Eropa.

Jakarta: Driver UberEats di Atlanta, AS, menembak dan menghilangkan nyawa konsumennya yang berusia 30 tahun saat mengantarkan pesanan makanan, pada hari Sabtu 17 Februari 2018.

Dilaporkan korban yang bernama Ryan Thornton sempat terlihat melakukan pembicaraan usai menerima pesanannya di apartemen korban pada pukul 23.00 waktu setempat saat itu. Thornton menerima tembakan beberapa kali hingga nyawanya tidak terselamatkan.

Hari ini pihak kepolisian di Atlanta tengah melakukan penyelidikan dan perburan driver tersebut. Tentu saja dari pihak Uber mengaku terkejut dan kecewa atas terjadinya hal tersebut, dikutip dari Gizmodo.

Bagi Uber, hal ini mencoreng nama UberEats yang beberapa waktu lalu sempat disebut sebagai salah satu layanan yang terpopuler dari Uber, bahkan dibandingkan layanan ride-sharing Uber termasuk dari jumlah wilayah operasional.

Pihak Uber sendiri sebetulnya sudah memiliki peraturan yang melarang setiap driver atau mitra pengendara yang terdaftar di layanan mereka membawa senjata api selama aktif beroperasi sebagai mitra pengendara Uber.

Namun, peraturan tersebut memang terdengar kurang mengikat. Kasus ini diyakini sebagai tindak kriminal pertama yang dilakukan driver layanan UberEats dan tidak lupa menambah daftar kasus kriminal yang dilakukan oleh driver Uber.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.