Lima Tren Teknologi di 2018 yang Harus Diadopsi Perusahaan

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 07 Mar 2018 15:13 WIB
corporatetransformasi digital
Lima Tren Teknologi di 2018 yang Harus Diadopsi Perusahaan
(Ki-Ka) Technology Delivery Lead Associate, Accenture Indonesia Indra Permana dan Managing Director Technology Consulting, Accenture Indonesia Leonard Nugroho T. memaparkan laporan teknologi tahunan berjudul Accenture Technology Vision 2018 yang bertema '

Jakarta: Perkembangan teknologi saat ini tidak hanya dirasakan langsung oleh konsumen tapi juga perusahaan yang didorong untuk ikut mengadopsi teknologi tersebut untuk bisa menggenjot operasional.

Lewat teknologi yang diadopsi, perusahaan menemukan cara berinteraksi lebih dekat lagi dengan konsumennya. Hal ini juga yang disampaikan oleh perusahaan konsultan Accenture lewat laporan Accenture Technlogy Vision 2018 yang diumumkan kemarin, 6 Maret 2018.

Dalam wawancara yang melibatkan lebih dari 6.300 eksekutif bisnis dan teknologi informasi skala global, diperoleh temuan bahwa sebanyak 84 persen responden setuju lewat teknologi perusaaan terus mencari cara untuk menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari.

Laporan Accenture Technlogy Vision 2018 menilai ada 5 tren teknologi yang harus dihadapi sekaligus diadopsi perusahaan untuk memiliki interaksi yang lebih dekat dengan konsumennya.

"Pertama teknologi Citizen AI, AI atau kecerdasan buatan tidak hanya berkembang untuk mengurusi hal teknis tapi ke depannya akan bertindak sepeti human-being. Mereka memiliki kemampuan komunikasi, misalnya chatbot," ungkap Director Technology Delivery Lead Associate Accenture Indonesia Indra Permana.



Menurutnya, AI ke depannya harus dibuat tidak hanya bisa membantu perusahaan berinteraksi dengan konsumen, tapi juga harus bisa melakukan pengamatan memprediksi interaksi yang diinginkan konsumen. AI juga harus memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi perusahaan.

Lanjut Indra, tren teknologi kedua yang ditemukan Accernture adalah extended reality yang memadukan virtuall reality dan augmented reality saat ini. Teknologi ini dinilai akan berperan bagi kedua belah pihak, baik perusahaan maupun konsumen.

"Di perusahaan, mereka bisa mengatasi kekurangan SDM di daerah, misalnya di bidang manufaktur. Saat ada masalah di daerah, tenaga ahli di pusat kota bisa memberikan panduan ke tenaga kerja di daerah lewat sebuah video real time," jelas Indra.

Dari sisi konsumen, mereka bisa lebih terhubung dengan perusahaan yang menyediakan layanan, sehingga Indra mengambil kesimpulan bahwa adopsi teknologi di perusahaan juga meningkatkan kesan serta kepercayaan pada konsumen.

Tren ketiga menurut Indra adalah akurasi data yang semakin banyak. Perkembangan teknologi saat ini tidak terlepas dari banyak dan beragam data yang dihasikan oleh manusia sehari-hari, yang kemudian diolah menjadi konsumsi atau bekal pembelajaran AI.

Namun, Indra mengingatkan bahwa data yang tidak akurat juga berdampak buruk kepada AI, apalagi posisi AI ke depannya menjadi salah satu pihak yang mengambil keputusan yang sangat cepat.

Di satu sisi untuk mendapatkan data yang akurat perusahaan juga bergantung kepada data yang diberikan konsumen. Jadi harus ada kepercayaan satu sama lain di antara perusaaan dan konsumen terkait data yang mereka berikan dan terima.

Tren teknologi keempat adalah frictionless business, dengan menjalin mitra bisnis untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Sekarang ini banyak sekali kompetitor yang akhirnya bermitra dalam sebuah layanan dengan menyediakan layanan mikro masing-masing.



"Misalnya kita mau buat aplikasi, perusahaan kita sediakan aplikasinya dan payment gateway lalu kompetitor kita atau perusahaan lain kita ajak bergabung dengan menciptakan konten atau microservices lain di dalamnya," ujar Managing Director Technology Consulting Accenture Indonesia Leonardi Nugroho.

Lalu dia menyebutkan tren terakhir yang sudah sering didengar yaitu Internet of Things (IoT) dengan menciptakan sistem distribusi pengetahuan yang menyeluruh atau lingkungan yang pintar.

Untuk mewujudkannya. tidak hanya membutuhkan keterampilan khusus dan kualitas tenaga kerja yang mumpuni. namun juga modernisasi infrastruktur teknologi perusahaan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.