Google Berhenti Jual Tablet Pixel C Android

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 02 Jan 2018 10:39 WIB
google
Google Berhenti Jual Tablet Pixel C Android
Secara diam-diam, Google menghapus Pixe; C dari toko online miliknya, dan mengumumkan penghentian penjualan tablet tersebut.

Jakarta: Google mulai memasarkan Pixel C, tablet bersistem operasi Android karyanya pada tahun 2015. Pada peluncurannya, sejumlah pihak menilai tablet tersebut sebagai perangkat yang membingungkan.

Pixel C merupakan perangkat pintar yang didukung dengan software. Sayangnya software tersebut kurang mampu berfungsi dengan baik pada tablet. Kini, Google mengumumkan menghentikan pemasaran Pixel C dan menghapusnya dari toko online resmi Google.

Meskipun demikian, Google menyebut tetap berkomitmen untuk menggulirkan update dan dukungan untuk Pixel C. Dukungan tersebut termasuk update ke sistem operasi Android 8.0 Oreo, sehingga pengguna tetap dapat menikmati pengalaman penggunaan terbaik.

Keputusan menghentikan penjualan Pixel C dipilih Google setelah meluncurkan Google Pixelbook terbaru. Google menilai Pixelbook menawarkan hasil kombinasi dari bagian terbaik dari laptop dan tablet yang diinginkan pengguna perangkat komputasi.

Sementara itu, Pixel C hadir dengan fitur dasar yang umum diinginkan konsumen dari tablet modern, seperti kemampuan melakukan multitasking dan mengakses dua aplikasi dalam dua jendela di satu layar.

Sebelumnya, Google memperbarui peraturan Google Maps, melarang mantan pegawai mengulas tempat kerjanya. Google menjelaskan bahwa review seharusnya ditulis oleh pelanggan dengan tujuan untuk membantu calon pelanggan lain, sementara mantan pegawai yang menyimpan dendam tidak seharusnya membuat review tentang tempat dulu dia bekerja.

Google juga dilaporkan berencana membuka toko offline di India demi menjual smartphone barunya. Google mempertimbangkan membuka tempat untuk masyarakat mencoba ponsel mereka di India. Di sana, para pelanggan bisa menjajal Pixel 2.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.