Google Pakai Blockchain untuk Jualan Layanan Awan

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 26 Mar 2018 09:48 WIB
google
Google Pakai Blockchain untuk Jualan Layanan Awan
Google dilaporkan tengah mengembangkan teknologi terkait dengan blockchain.

Jakarta: Google dilaporkan mulai merambah bisnis blockchain dengan menciptakan lini teknologi terkait blockchain, yang dapat berfungsi dengan berbagai layanan online miliknya.

Teknologi blockchain ini digunakan untuk mendayai mata uang kripto seperti Bitcoin, namun tidak mengembangkan mata uang kripto baru.

Google juga dilaporkan tengah berupaya mengembangkan panduan digital miliknya sendiri yang akan digunakan secara internal untuk berbagai tujuan, seperti membantu mengamankan data personal pengguna layanannya.

Selain penggunaan internal, Google juga berencana untuk mendistribusikan panduannya kepada pihak ketiga, sehingga dapat digunakan untuk mengunggah dan memverifikasi transaksi. Google juga berencana menciptakan versi label putih yang dapat digunakan perusahaan lain pada server mereka.

Sejumlah pegawai grup infastruktur Google tengah mengembangkan teknologi blockchain selama beberapa bulan terakhir.

Sumber internal Google menyebut bahwa sejumlah pegawainya percaya bahwa lini layanan cloud raksasa teknologi ini sesuai untuk teknologi blockchain, meski Google belum siap mengeluarkan pengumuman apapun.

Namun, perwakilan Google mengonfirmasi bahwa Google tengah berinvestasi pada teknologi ini. Peningkatan popularitas teknologi blockchain menghadirkan peluang dan tantangan untuk pemimpin industri seperti Google.

Di satu sisi, jika dimanfaatkan dengan benar, teknologi ini mampu memberikan Google cara lebih aman untuk menyimpan data pengguna.

Hal tersebut dinilai dapat menjadi keuntungan baik bagi Google, maupun bagi pelanggannya. Kekurangan dari peningkatan teknologi baru ini memudahkan startup untuk dapat berkompetisi dengan Google atau membahayakan kepemimpinannya di pasar.

Serupa dengan perusahaan pemain lama lainnya, Google dapat membeli startup yang menjadi pesaingnya. Pada tahun 2017 lalu, Google berinvestasi dalam jumlah besar pada startup dengan spesialisasi di teknologi blockchain dan panduan digital.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.