Skandal Cambridge Analytica Bikin Saham Facebook Turun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 25 Mar 2018 16:34 WIB
media sosialfacebookCambridge Analytica
Skandal Cambridge Analytica Bikin Saham Facebook Turun
Saham Facebook turun drastis akibat skandal Cambridge Analytica. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)

Jakarta: Facebook kehilangan valuasi perusahaan senilai USD58 miliar (Rp799,5 triliun) setelah munculnya skandal Cambridge Analytica. Pendiri Facebook, Mark Zukerberg, meminta maaf karena data dari 50 juta penggunanya disalahgunakan. 

Namun, seperti yang disebutkan oleh BBC, permintaan maaf itu tidak menghentikan para investor dari menjual saham Facebook. Tidak heran, mengingat skandal ini membuat munculnya tagar #deletefacebook. Para pengiklan juga tampaknya mulai menarik iklan mereka dari Facebook. 

Saham Facebook turun dari USD176,8 (Rp2,4 juta) per lembar pada hari Senin lalu menjadi USD159,3 (Rp2,2 juta) pada hari Jumat malam. 

Ketika Facebook melakukan penawaran saham perdana pada 2012, sahamnya dihargai USD38 (Rp523 ribu) per lembar, menjadikannya memiliki valuasi hampir USD104 miliar (Rp1.433,5 triliun).

Seiring dengan pertumbuhan pengguna yang stabil dan penguasaan pasar iklan digital, pendapatan Facebook terus naik, membuat sahamnya naik menjadi USD190 (Rp2,6 juta) per lembar pada Februari tahun ini. 

Senior Analyst di Pivotal Research, Brian Wieser mengaku bahwa dia adalah salah satu orang yang pesimis terhadap nilai saham Facebook di Wall Street. "Saya memperkirakan saham Facebook akan menjadi USD152 (Rp2,1 juta) pada 2018 -- dan itu sebelum skandal minggu ini," kata Wieser.

Wieser berkata, turunnya saham Facebook menunjukkan bahwa para investor khawatir pemerintah akan membuat regulasi yang lebih ketat yang akan berakhir dengan menurunnya pengguna. "Tapi kecil kemungkinan para pengiklan akan meninggalkan Facebook. Dimana lagi mereka akan mengiklan?" katanya. 

Laith Khalaf, Senior Analyst di Hargreaves Lansdown berkata bahwa skandal minggu ini sangat destruktif bagi Facebook. "Salah satu rahasia kesuksesan Facebook adalah semakin banyak penggunanya, semakin penting platform ini bagi para pelanggannya," katanya. 

"Sayangnya, hal yang sama akan berlaku sebaliknya jika Facebook kehilangan banyak pengguna akibat dari skandal ini. "


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.