Google Mungkinkan Pengguna Belanja di Play Store Negara Lain

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 25 Mar 2018 11:12 WIB
google
Google Mungkinkan Pengguna Belanja di Play Store Negara Lain
Google menggulirkan update untuk mungkinkan pengguna mengunduh aplikasi dan game dari Play Store negara lain.

Jakarta: Google menggulirkan kemampuan baru bagi pengguna perangkat bersistem operasi Android, memungkinkan mereka mengunduh game atau aplikasi yang sebelumnya tidak tersedia di negara asal pengguna.

Fitur Country and profiles baru ini secara cepat memungkinkan pengunjung Android Market untuk memeriksa aplikasi yang tersedia di negara berbeda. Namun, Google menawarkan fitur ini hanya untuk pengguna Android yang memenuhi kriteria tertentu.

Pengguna yang dapat menikmati fitur tersebut adalah pengguna yang sebelumnya telah melakukan pembelian menggunakan metode pembayaran valid dari versi Google Play Store negara lain, selain dengan negara asal pengguna tersebut.

Seluruh proses peralihan ke Google Play Store di wilayah berbeda membutuhkan tiga langkah. Pertama, pengguna perlu membuka aplikasi Google Play Store pada perangkat mereka dan mengklik menu Account. Kemudian, jika memenuhi kriteria, pengguna akan menemukan opsi baru pada halaman Account bernama Country and profiles.

Jika menemukan opsi tersebut pada aplikasi Play Store, klik opsi itu. Pengguna juga dapat menemukan negara pengaturan aplikasi Google Play Store, beserta daftar negara yang dapat dipilih.

Pilih salah satu negara yang diinginkan dan pengguna akan diboyong ke Google Play Store versi negara tersebut.

Sebelumnya, pada Chrome 64, Google meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk membuat agar video tidak secara otomatis diputar pada situs-situs tertentu.

Pada Chrome 66, perusahaan internet raksasa itu akan membuat persyaratan tertentu yang membatasi video yang akan secara otomatis dimulai ketika pengguna membuka sebuah situs.

Sementara itu, kawasan perdagangan tua King's Cross di London sedang direvitalisasi. Dua raksasa IT globa memastikan akan membangun markasnya di sana, setelah Google kini Facebook. Facebook mengincar lokasi di utara sekolah seni Central Saint Martins, tidak jauh dari markas baru Google untuk tujuh ribu karyawannya. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.