CES 2018

HTC Vive Pro Muncul di CES 2018

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 09 Jan 2018 16:56 WIB
htcces 2018
HTC Vive Pro Muncul di CES 2018
HTC memamerkan generasi penerus headset VR karyanya di ajang CES 2018, Vive Pro.

Jakarta: HTC memamerkan Vive Pro di ajang CES 2018, digadang sebagai versi lebih canggih dari perangkat Virtual Reality (VR) HTC yaitu HTC Vive. Headset baru ini hadir dengan dukungan audio 3D terintegrasi dan layar OLED beresolusi 2880 x 1600 piksel.

Layar perangkat tersebut mengusung kepadatan 615 piksel per inci, lebih tinggi jika dibandingkan dengan pendahulunya, 448 ppi. HTC Vive Pro juga berbekal dengan jawaban untuk sejumlah permasalahan yang ditemukan pada pendahulunya.

Salah satunya adalah kehadiran tali kepala baru dengan dukungan tombol pengaturan untuk membantu mengatur distribusi bobot. Hal ini ditujukan untuk mencegah bobot terpusat di bagian depan perangkat.

Sementara itu, headphone yang terpasang di perangkat dapat diakses dengan mengangkatnya ke arah samping serupa sayap. Namun saat digunakan, headphone mampu menyuguhkan audio pendukung pengalaman VR memuaskan.

Vive Pro ini juga didukung oleh kamera depan ganda dan dua mikrofon. HTV Vive Pro mampu berfungsi dengan sistem TC VR yang telah tersedia di pasar, termasuk stasiun dasar orinisal serta pelacak Steam VR 1.0 dan versi terbaru.

Pemain akan dapat menghubungkan hingga empat stasiun dasar guna menciptakan area permainan seluas 10 x 10 meter. HTC secara jelas menujukan perangkat ini untuk penggemar berat dan bisnis pengguna teknologi VR yang ingin menikmati pengalaman penggunaan bertenaga.

HTC Vive Pro akan dipasarkan sebagai perangkat mandiri, tanpa alat pelacak, pada kuartal pertama tahun ini. Sementara itu, paket penjualan lengkap perangkat berisi stasiun dasar generasi kedua dan pengendali akan mulai dipasarkan menjelang akhir tahun ini.

Perusahaan asal Taiwan ini juga mengaku belum berencana untuk menghentikan penjualan generasi pertama perangkat Vive pada tahun 2018 ini, dan menjadikan versi Pro sebagai alternatif bagi konsumen yang menginginkan pengalaman lebih bertenaga.

Selain itu, HTC juga memperkenalkan adapter nirkabel yang kompatibel dengan kedua headset VR. Adapter ini didukung oleh teknologi WiGig karya Intel sehingga memungkinkan headset berfungsi tanpa dukungan kabel.

Perangkat ini direncanakan untuk meluncur pada musim panas mendatang, sedangkan harga penawaran untuk HTC Vive Pro dan adapter nirkabel tersebut akan diumumkan menjelang waktu peluncurannya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.