DOKU Ingin Mudahkan Pengusaha Masuk Ranah Online

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 24 Nov 2017 13:57 WIB
e-commerce
DOKU Ingin Mudahkan Pengusaha Masuk Ranah Online
DOKU buat fitur baru untuk mendukung para penjual online. (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)

Jakarta: Setiap tahunnya, tingkat pertumbuhan e-commerce di Indonesia mencapai dua digit. Karena itu, tidak heran ranah online menarik minat pelaku usaha, baik pelaku usaha kecil menengah ataupun perusahaan besar.

Seiring dengan semakin banyaknya situs e-commerce, maka semakin banyak juga orang yang menggunakan teknologi pembayaran digital untuk memudahkan proses belanja online. Melihat hal ini, DOKU ingin mendukung para penjual online dengan meluncurkan web portal yang terintegrasi dengan fitur reporting & market analytics yang dinamai DOKU Merchant.

"DOKU Merchant adalah cara tercepat bagi para pemilik usaha untuk segera memulai bisnis dan menerima pembayaran secara online. Portal ini bisa memangkas proses on-boarding yang sebelumnya semi-manual menjadi lebih ringkas dan sistematis," kata Chief Operating Officer DOKU Nabilah Alsagoff. 

Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi e-commerce besar dengan nilai pasar mencapai USD8,3 miliar atau sekitar Rp107 triliun. Ke depan, pasar e-commerce juga diperkirakan akan terus tumbuh. Pada 2020, diperkirakan industri e-commerce Indonesia akan mencapai nilai USD130 miliar (Rp1.756 triliun). Sementara pada 2025, angka itu diduga akan mencapai USD156 miliar (Rp2.107 triliun). 

DOKU merasa, pertumbuhan e-commerce tersebut juga harus diimbangi dengan perbaikan infrastruktur dan pembuatan alat untuk mendukung penjual online berkembang. DOKU Merchant dibuat dengan tujuan untuk menjadi solusi manajemen toko online untuk berbagai jenis bisnis, mulai dari UKM yang hanya berjualan melalui media sosial sampai perusahaan besar yang memiliki sistem internal.

"Fitur reporting & market analytics kami dapat membantu para penjual untuk mengendalikan, menganalisa dan memproyeksikan serta merencanakan strategi bisnis yang sedang dijalankan," kata Nabilah. Melalui fitur tersebut, penjual diharapkan akan bisa memantau pergerakan penjualan dan menganalisa kebiasaan pelanggan juga membaca proyeksi tren penjualan.

DOKU juga menyediakan pinjaman P2P (peer-to-peer) bagi penjual yang sudah bergabung dengan DOKU selama setidaknya 6 bulan dan memiliki sejarah transaksi yang baik. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.