Nilai Uang Kripto Diprediksi Anjlok Akibat Keputusan Google

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 15 Mar 2018 11:52 WIB
bitcoincryptocurrency
Nilai Uang Kripto Diprediksi Anjlok Akibat Keputusan Google
Ilustrasi Bitcoin.

Jakarta: Setelah kemarin Google mengumumkan akan menghapus iklan terakit bisnis dan layanan uang kripto yang dipasang kini dampaknya sudah mulai terasa ke nilai uang kripto yang ada di pasar.

Bitcoin yang merupakan salah uang kripto dengan nilai pasar terbesar dibandingkan mata uang kripto lainnya dikabarkan anjlok akibat keputusan Google. Anjloknya nilai tersebut dikabarkan lebih rendah dari titik terendah di bulan Februari.

Nilai uang kripto Bitcoin disebut turun 91 persen, dari titik terendah di tanggal 12 Februari 2018 dengan nilai mencapai USD8.238 atau Rp113 juta per keping. Hal ini menunjukkan bahwa pasar uang kripto sedang tidak cukup sehat.

Pada bulan Januari lalu, pasar uang kripto juga sempat goyah setelah Facebook lebih dulu mengumumkan memblokir iklan di layanan mereka yang menawarkan bisnis dan layanan terkait uang kripto. 



Pemerintah Tiongkok juga pada awal Februari menyatakan memblokir bisnis dan layanan uang kripto yang beredar di negaranya sehingga beberapa bulan terakhir tren uang kripto tengah terpuruk. 

Seperti yang diketahui bahwa kedua raksasa internet, Facebook dan Google, memblokir iklan terkait bisnis dan layanan uang kripto dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya online scamming atau penipuan yang terjadi pada layanan mereka.

Di awal tahun ini, perusahaan keamanan Trend Micro juga menemukan bahwa iklan-iklan tersebut tidak sepenuhnya menyediakan layanan uang kripto. Iklan-iklan tersebut dimanfaatkan sebagai celah untuk menanamkan malware crypto mining di perangkat pengguna yang mengakses iklan tersebut.

Jadi perangkat pengguna yang mengakses iklan tersebut tanpda diketahui dieksploitasi sebagai tambang uang kripto yang berdampak terhadap performa dan kesehatan perangkat tersebut.

Meskipun begitu, menurut Bloomberg sebagian besar pebisnis dan pengamat pasar yang tidak setuju dengan bisnis uang kripto yang sangat rentan tersebut mengaku langkah Google kali ini akan berdampak baik bagi bisnis dan industri.

Perlu diingat bahwa kelangkaan dan meroketnya harga perangkat kartu grafis yang dikeluhkan oleh para gamer diakibatkan banyak perangkat tersebut yang diborong oleh penambang uang kripto.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.