Elon Musk: Kecerdasan Buatan Lebih Bahaya dari Nuklir

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 13 Mar 2018 10:45 WIB
elon muskkecerdasan buatan
Elon Musk: Kecerdasan Buatan Lebih Bahaya dari Nuklir
Pendiri darn CEO SpaceX. (AFP PHOTO / PETER PARKS)

Jakarta: Elon Musk merupakan salah satu ahli teknologi yang sangat sadar akan bahaya dari kecerdasan buatan (AI) di masa depan. Dalam acara South by Southweset (SXSW) pada hari Minggu, pendiri SpaceX itu mengaku bahwa keberadaan AI membuatnya "sangat takut". 

Musk mengatakan, dia biasanya tidak mendukung pembuatan banyak regulasi, tapi peraturan soal AI adalah pengecualian.

"Ini adalah kasus yang memiliki bahaya sangat serius kepada masyarakat, karena itu, perlu ada badan masyarakat yang memiliki kesadaran untuk memastikan bahwa semua pihak mengembangkan AI dengan aman -- ini sangat penting," katanya, lapor ZDNet. 

"Sebagian ahli AI pikir mereka tahu lebih banyak dari apa yang mereka sebenarnya ketahui, berpikir mereka lebih pintar dari sebenarnya... Masalah ini biasanya menghantui orang-orang pintar, mereka menilai diri mereka sendiri dari tingkat kecerdasan mereka dan mereka tidak suka berpikir bahwa mesin bisa menjadi jauh lebih pintar dari mereka jadi mereka pikir itu tidak mungkin terjadi, dan hal ini salah.

"Saya hampir selesai mengembangkan AI paling canggih dan itu membuat saya sangat takut."

Musk menjadikan AlphaGo dan AlphaGo Zero sebagai contoh. Dia berkata, sebuah AI memiliki kemampuan yang jauh lebih banyak dari yang siapapun perkirakan. Dan perkembangan AI kini sangat cepat. 

Hanya dalam waktu sekitar enam sampai sembilan bulan, AlphaGo berubah dari AI yang tidak bisa mengalahkan pemain Go yang cukup baik menjadi AI yang dapat mengalahkan para pemain profesional. AlphaGo Zero kemudian mengalahkan AlphaGo dengan nilai 100-0. 

"Kecepatan perkembangan AI sangat dramatis, tapi kita harus menemukan cara untuk memastikan bahwa perkembangan kecerdasan digital super akan membantu manusia. Saya rasa, itulah krisis terbesar yang akan kita hadapi dan yang paling berbahaya," katanya. 

"Bahaya dari AI jauh lebih besar dari bahaya nuklir dan tidak ada seorangpun yang membiarkan semua pihak membuat nuklir jika mereka mau -- itu gila. Camkan kata-kata saya: AI jauh lebih berbahaya dari nuklir. Jadi kenapa kita belum punya regulasi, ini gila."

Musk percaya, satu hal paling penting yang harus dilakukan adalah membuat peraturan dasar dalam mengembangkan AI, jika semua orang merasa memang itu adalah lahgkah yang tepat. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.