Layanan Pencari Kerja di Facebook Kini Masuk ke 40 Negara

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 02 Mar 2018 16:32 WIB
media sosialfacebook
Layanan Pencari Kerja di Facebook Kini Masuk ke 40 Negara
Facebook perluas fitur pencari pekerjaan ke 40 negara. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)

Jakarta: Facebook mengatakan, fitur pencarian pekerjaan yang mereka perkenalkan untuk pengguna Amerika Serikat dan Kanada ternyata cukup populer. Hal ini mendorong perusahaan media sosial raksasa itu menyediakan fitur baru ini pada 40 negara lain.

Ini menjadikan Facebook sebagai pesaing LinkedIn, yang memang merupakan media sosial khusus untuk para profesional, seperti yang disebutkan Quartz

Facebook memungkinkan Anda untuk mencari pekerjaan dalam industri tertentu. Ketika Anda membuat lamaran pekerjaan, dokumen itu akan langsung terisi oleh riwayat pekerjaan Anda yang ada pada profil Facebook. Fitur ini serupa dengan fitur resume yang ada di LinkedIn.

Facebook tampaknya serius untuk mengembangkan program dan produk terkait bisnis. Sejak 2011, mereka telah mengucurkan dana sebesar USD1 miliar (Rp13,8 triliun) untuk bisnis tersebut.

Utamanya, mereka tertarik untuk bekerja sama dengan usaha kecil menengah, yang memiliki peran penting dalam bisnis iklan Facebook. 

Dengan pengguna lebih dari 2 miliar orang, Facebook memiliki ruang untuk berkembang. Namun, begitu pula dengan LinkedIn, yang kini memiliki 500 juta pengguna. Menurut TechCrunch, ada kemungkinan bahwa Facebook menyasar tipe pengguna yang berbeda dari LinkedIn. Jika LinkedIn memberikan kesan profesional, Facebook kasual.

Pengguna bisa melakukan wawancara melalui Facebook Messenger. Hal ini bisa membantu orang untuk mencari pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian, seperti pekerjaan di bidang retail atau restoran. 


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.