Qualcomm Tolak Lagi Tawaran Akusisi Broadcom

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 09 Feb 2018 12:08 WIB
qualcomm
Qualcomm Tolak Lagi Tawaran Akusisi Broadcom
Tarik ulur akuisisi usaha Broadcom mengakusisi Qualcomm menjadi cerita menarik bagi industri prosesor terutama prosesor perangkat mobile.

Jakarta: Sesuai janjinya, hari ini Qualcomm menyampaikan keputusannya terhadap tawaran akusisi kedua kalinya dari Broadcom yang mencapai USD121 miliar (Rp1.645 triliun) yang diajukan pada hari Selasa, 6 Februari 2018.

Dalam surat yang dibuat oleh Chairman of the Board Qualcomm Paul E. Jacobs kepada pihak Broadcom dijelaskan bahwa mereka menolak tawaran akuisisi dari Braodcom. Namun, kali ini Qualcomm masih berniat untuk berbicara dengan pihak Broadcom.

Apabila pada bulan November lalu Qualcomm dengan tegas menolak tawaran pertama Broadcom, kini lewat suratnya Qualcomm masih ingin bertemu untuk membahas hal ini. 

Jajaran direksi Qualcomm dalam surat tersebut disebutkan menilai tawaran Broadcom masih berada di bawah nilai yang yang dimiliki Qualcomm. Dalam penawaran yang diajukan kemarin nilai saham Qualcomm dijanjikan naik menjadi USD82 per lembar dari USD70 per lembar yang diajukan pada bulan November lalu.

Qualcomm menilai perusahaanya memiliki nilai yang jauh lebih besar dari penawaran tersebut apalagi perusahaannya sedang mencoba mengakuisisi NXP Semiconductors.

Jacobs menyebutkan beberapa poin yang akan dibahas dalam pertemuan nanti, pertama adalah soal nilai yang ditawarkan bisa lebih tinggi lagi atau tidak, dan kedua adalah langkah yang akan dilakukan Broadcom apabila telah mengakuisisi Qualcomm.

Saat ini belum ada tanggapan resmi dari Broadcom terkait permintaan Qualcomm namun dengan penawaran akuisisi yang dilakukan hingga dua kali jelas terlihat Broadcom sangat ingin menguasai Qualcomm.

Seperti yang diketahui bulan November lalu Boradcom tiba-tiba mengajukan tawaran akuisisi ke Qualcomm disaat Qualcomm sendiri sedang mencoba mengakuisisi kompetitor lainnya yakni NXP Semiconductors.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.