Bitcoin tak Bisa Lagi Dipakai di Steam

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 07 Dec 2017 13:42 WIB
bitcoinsteam
Bitcoin tak Bisa Lagi Dipakai di Steam
Bitcoin kini tidak bisa digunakan untuk berbelanja di Steam. (AFP PHOTO / KAREN BLEIER)

Jakarta: Bitcoin tidak lagi bisa digunakan untuk membeli produk di Steam, Valve mengumumkan hari ini. Alasannya adalah karena nilainya yang cenderung tidak stabil dan ongkos transaksi yang mahal. 

"Dalam beberapa bulan belakangan, kita melihat nilai Bitcoin yang tidak stabil dan peningkatan ongkos yang signifikan untuk memproses transaksi di jaringan Bitcoin," tulis Valve dalam sebuah post di Steam.

"Biaya transaksi yang harus dibayar oleh pelanggan pada jaringan Bitcoin telah meningkat tajam tahun ini, mendekati USD20 (Rp271 ribu) per transaksi minggu lalu (dibandingkan dengan USD0,2 (Rp2.700) per transaksi di awal kami mengizinkan penggunaan Bitcoin.)

Sayangnya, Valve tidak memiliki kendali atas jumlah ongkos per transaksi. Ongkos pembelian game menggunakan Bitcoin sangat tinggi. Tingginya ongkos transaksi menyebabkan masalah yang lebih besar ketika harga Bitcoin itu sendiri turun secara drastis."

Valve berkata, tingkat ketidakstabilan dalam nilai Bitcoin "menjadi ekstrem dalam beberapa bulan belakangan, nilai menurun sampai 25 persen hanya dalam waktu beberapa hari." Mata uang digital tersebut juga memiliki nilai yang sangat tinggi minggu ini, mencapai USD12 ribu (Rp162,5 juta) per Bitcoin, naik USD1 ribu (Rp13,5 juta) hanya dalam waktu 24 jam. 

Valve menjelaskan mengapa nilai yang tidak stabil itu bisa memengaruhi pembelian via Steam. 

"Ketika membeli di Steam, pelanggan akan mengirimkan Bitcoin sejumlah X, seharga game yang dibeli, ditambah Bitcoin sejumlah Y untuk menutupi ongkos transaksi yang diminta oleh jaringan Bitcoin," kata Valve.

"Nilai Bitcoin dijamin untuk beberapa waktu, jadi, jika transaksi tidak diselesaikan dalam periode tersebut, maka jumlah Bitcoin yang diperlukan untuk membayar akan berubah. Peningkatan nilai Bitcoin belakangan bisa menyebabkan perbedaan harga yang cukup signifikan."

Biasanya, Valve akan mengembalikan selisih harga jika pelanggan membayar game dengan mata uang tradisional. Namun, dalam kasus Bitcoin, tingginya ongkos transaksi membuat biaya pengembalian tersebut menjadi sangat tinggi. 

"Saat ini, kami tidak bisa mendukung Bitcoin sebagai metode pembayaran," kata Valve. "Kami mungkin akan kembali melakukan evaluasi apakah Bitcoin cocok untuk digunakan oleh kami dan komunitas Steam di masa depan."


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.