Facebook Pasang Cara Baru untuk Perangi Hoaks

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 22 Dec 2017 15:51 WIB
media sosialfacebookhoax
Facebook Pasang Cara Baru untuk Perangi Hoaks
Facebook kini menggunakan cara baru untuk perangi hoaks. (Justin Tallis / AFP / Getty Images)

Jakarta: Facebook tak lagi menampilkan ikon peringatan berwarna merah di samping berita palsu yang dibagikan melalui jejaring sosialnya. Alasannya karena pendekatan itu tidak bekerja sesuai harapan. 

Pada Desember 2016, Facebook mulai menampilkan ikon peringatan "terbantahkan" di samping artikel  yang telah dinyatakan sebagai berita palsu oleh pemeriksa fakta pihak ketiga. Namun, Facebook menyebutkan, berdasarkan riset, pendekatan ini justru memperkuat kepercayaan seseorang.

Karena itulah, Facebook tak lagi menampilkan ikon peringatan di samping berita palsu. Sebagai gantinya, Facebook akan menampilkan "artikel terkait" di samping berita hoaks yang telah terbantahkan, lapor BBC News

"Riset akademis terkait mengatasi informasi salah menunjukkan bahwa meletakkan gambar mencolok -- seperti gambar peringatan -- di samping artikel mungkin justru akan memperkuat pendirian seseorang -- terbalik dari apa yang kami harapkan," kata Tessa Lyons, Business Lead, Facebook dalam sebuah blog post. 

Karena itu, daripada menampilkan ikon peringatan di lini masa pengguna, Facebook akan menampilkan "artikel terpercaya" dan meletakkannya di samping berita palsu yang telah terbantahkan. 



Facebook berkata, mereka telah menguji pendekatan baru ini dan menemukan bahwa meskipun pendekatan baru tersebut tidak mengurangi jumlah klik pada artikel berita palsu yang telah terbantahkan, metode baru ini mengurangi orang yang membagikan berita palsu tersebut. F

Facebook akan menampilkan tautan dari sumber terpercaya pada orang-orang yang mencoba untuk membagikan berita palsu tersebut. 

"Menggunakan bahasa yang netral dan tidak menghakimi membantu kami untuk mengembangkan produk yang bisa menghubungkan kami dengan orang-orang dengan padangan yang berbeda-beda," kata para desainer Facebook.

"Sama seperti sebelumnya, begitu kami tahu bahwa sebuah artikel telah terbantahkan oleh para pemeriksa fata, kami segera mengirimkan notifikasi pada orang-orang yang telah membagikannya."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.