Giliran Rusia Wapadai Internet Ganggu Pilpres

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 26 Dec 2017 15:18 WIB
internetrusiacyber security
Giliran Rusia Wapadai Internet Ganggu Pilpres
Presiden Rusia Vladimir Putin ingin aktivitas internet di negaranya terpantau.

Jakarta: Sejak pertengahan tahun 2016, Rusia menjadi bulan-bulanan Amerika Serikat karena dianggap menginterupsi pemilihan presiden di Amerika Serikat tahun ini lewat aktivitas di dunia digital.

Interupsi tersebut dilakukan lewat kampanye gelap dan akun-akun palsu yang beredar di Facebook serta layanan media sosial lainnya. Meskipun perusahan internet di Amerika Serikat sudha memberikan bukti jelas tapi Rusia tetap menolak tuduhan tersebut.

Media internasional asal Rusia juga menerima tuduhan tersebut. Akhirnya, Presiden Rusia Vladimir Putin kini mengeluarkan sebuah kebijakan yang dianggap sebagai langkah waspada terhadap balasan dari Amerika Serikat.

Dilaporkan Reuters, Putin telah memerintahkan pemerintahannya memantau aktivtas internet di negaranya. Hal ini berkaitan dengan negaranya yang pada Maret 2018 akan melakukan pemilihan presiden.

Dijelaskan pemantauan aktivitas internet tersebut ditujukan pada beberapa situs yang berafiliasi dengan negara asing, terutama media internasional yang beroperasi di Rusia. Pada bulan November, Putin meyetujui undang-undang yang menyebut media internasional tersebut sebagai foreign agent atau agen asing.

"Kita perlu melihat dan berhati-hati bagaimana beberapa perusahaan melakukan pekerjaannya di internet dan sosial media serta bagaimana dampaknya terhadap kehidupan berpolitik di dalam negeri," ungkap Putin. Dia menegaskan hal ini harus lebih diperhatikan pada masa pemilihan presiden nanti.

"Kami tidak ingin kebebasan masyarakat dibatasi, itu bukan tujuan kami. Kami hanya ingin meminimalisir gangguan yang bisa berakibat ke politik di negara kami," ungkap Putin. Media internasional yang media asing ini nantinya harus membuat laporan ke pemerintah terkait aktivitas dan perusahaan mereka.

Langkah ini akan sama seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap media internasional RT (Russia Today) beberapa waktu lalu. Pemerintah Rusia sendiri telah menunjuk VOA (Voice of America) dan Radio Free Europe sebagai media asing yang akan dipantau.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.