Rombak Kampus, Microsoft Ingin Bangun Kota Kecil

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 30 Nov 2017 23:07 WIB
microsoft
Rombak Kampus, Microsoft Ingin Bangun Kota Kecil
Ilustrasi kantor baru Microsoft.

Jakarta: Microsoft mengumumkan perombakan kantor mereka di Redmond, AS. Proses perombakan ini akan memakan waktu 7 tahun. Microsoft ingin mengubah kantornya agar terlihat lebih "terbuka dan tidak terlalu formal."

Sebuah video menunjukkan tampilan kantor Microsoft di masa depan. Nantinya, kantor Microsoft akan terlihat seperti kota kecil dengan sebuah plaza terbuka berukuran 2 akre yang dapat menampung hingga 12 ribu pekerja, tempat berjualan, rute untuk berjalan dan berlari, dua lapangan bola, dan lapangan kriket, lengkap dengan stasiun kereta kecil. 

Seperti yang disebutkan oleh ZDNet, tidak banyak masyarakat Amerika Serikat yang memainkan kriket. Namun, Microsoft punya banyak pegawai dari India -- termasuk CEO Satya Nadella, yang merupakan fan kriket -- dan dari negara-negara lain yang merupakan mantan koloni Inggris. 

Microsoft berencana memindahkan semua mobil ke tempat parkir bawah tanah dan mendesain kantornya agar ramah pejalan kaki dan pengguna sepeda. Mereka juga akan membuat jembatan melewati jalan WA-520 untuk para pejalan kaki dan pesepeda dan menghubungkan kedua sisi kantor mereka.

Rencana ini masih ada kaitannya dengan Redmond Technology Transit Station dengan Link LIght Rail diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2023. 



Setelah selesai, markas Microsoft ini akan memiliki 131 gedung. Sebagai perbandingan, saat ini, Microsoft memiliki 125 gedung. Kantor besar ini akan dapat menampung 47 ribu orang pekerja dan ruang ekstra untuk 8 ribu orang lain. 

President Microsoft Brad Smith berkata bahwa Microsoft akan menghabiskan USD150 juta (Rp2 triliun) untuk infrastruktur transportasi, ruang publik, tempat olahraga dan ruang hijau. Diperkirakan, proyek ini akan menciptakan 2.500 lapangan kerja terkait konstruksi dan pembangunan. 

"Kami tidak hanya membuat kantor kelas dunia untuk menarik talenta terbaik di dunia, tapi juga membangun kantor yang bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar dan kami akan membangun kantor ini dengan cara cerdas dengan pengaruh buruk seminimal mungkin," kata Smith. 


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

1 day Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.