Samsung Mulai Produksi Prosesor 10nm Generasi Kedua

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 30 Nov 2017 12:57 WIB
teknologisamsung
Samsung Mulai Produksi Prosesor 10nm Generasi Kedua
Samsung mengumumkan telah memulai produksi chipset prosesor dengan menggunakan teknologi proses 10nm generasi kedua karyanya.

Jakarta: Samsung mengumumkan telah memulai proses produksi chipset 10nm generasi kedua. Samsung belum mengumumkan secara spesifik, namun proses ini akan diterapkan pada Snapdragon 845 dan Exynos versi selanjutnya.

Phone Arena melaporkan, kedua chip tersebut diperkirakan untuk mendorong versi spesifik dari Samsung Galaxy S9, Samsung Galaxy S9+ dan Samsung Galaxy Note 9 yang akan diluncurkan pada tahun 2018 mendatang.

Teknik produksi generasi baru tersebut menggunakan 10LPP (Low Power Plus) yang akan meningkatkan performa komponen tersebut sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan Snapdragon 835, yang diproduksi menggunakan proses 10nm generasi pertama.

Chip generasi kedua menggunakan energi 15 persen lebih sedikit, memperpanjang usia baterai pada smartphone unggulan Samsung keluaran tahun 2018. Tahun ini, Samsung berkesempatan sebagai yang pertama menggunakan Snapdragon 835 untuk Samsung Galaxy S8 dan Galaxy S8+.

Sebagai hasilnya, LG terpaksa menggunakan chipset generasi sebelumnya, Snapdragon 821, untuk G6. Sementara itu, LG dilaporkan telah bekerja sama dengan Qualcomm untuk memastikan insiden serupa tidak terjadi lagi pada G7 yang akan diluncurkannya tahun 2018 mendatang.

Samsung memulai produksi dengan teknologi proses 10nm pada fasilitas produksi S3 yang berlokasi di Hwaseong, Korea Selatan. Pada fasilitas tersebut, Samsung juga akan memproduksi massal chipset menggunakan proses 7nm dengan menggunakan EUV (Extreme Ultra Violet).

Sementara itu, Samsung dilaporkan akan meluncurkan Galaxy S9 dan S9+ pada bulan Januari, lebih cepat dari biasanya, yaitu pada bulan Maret. Alasan Samsung mempercepat peluncuran Galaxy S9 adalah untuk menahan momentum iPhone X, yang menjadi sangat populer setelah diluncurkan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.