Facebook Akuisisi CrowdTangle

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 12 Nov 2016 11:36 WIB
facebook
Facebook Akuisisi CrowdTangle
Dashboard dari tool CrowdTangle. (The Verge)

Metrotvnews.com: Facebook baru saja membeli CrowdTangle, tool yang digunakan para penerbit konten untuk melihat bagaimana konten mereka tersebar di internet. Sayangnya, Facebook tidak menyebutkan berapa nilai akuisisi ini. 

Dengan memberikan informasi pada para pelanggannya tentang penyebaran konten di internet secara real-time, secara tidak langsung, CrowdTangle telah mempengaruhi konten yang muncul pada beranda Anda.

Akuisisi ini menunjukkan bahwa Facebook masih berusaha untuk menarik para penerbit konten dan membuat model bisnis yang menguntungkan bagi penerbit bahkan jika kontennya dikonsumsi di platform yang tidak dimiliki sang penerbit.

Menurut The Verge, Facebook berkata, mereka akan terus melakukan investasi dan menggunakan layanan CrowdTangle sehingga para penerbit tetap dapat menggunakannya. CrowdTangle memiliki tim kecil yang telah mendapatkan investasi USD2.2 juta (Rp29,5 miliar) dari berbagai investor, termasuk Betaworks. CrowdTangle akan terus mengembangkan produknya sendiri.

"Para penerbit di seluruh dunia menggunakan CrowdTangle untuk memberikan konten yang relevan, mengetahui performa sosial mereka dan mencari tahu orang-orang yang berpengaruh," kata Facebook dalam sebuah pernyataan resmi.

"Kami tidak sabar untuk bekerja dengan CrowdTangle untuk memberikan lebih banyak informasi relevan kepada para penerbit."

Seperti yang dijelaskan oleh FastCompany tahun lalu, CrowdTangle pada awalnya dibuat sebagai sebuah tool untuk membantu para aktivis mengatur aktivitas Facebook. Namun, tool ini tidak menghasilkan uang.

Karena itu, Co-founder Brandon Silverman dan Matt Garmur membuat sebuah produk berdasarkan fitur yang menunjukkan post mana di halaman Facebook yang mendapatkan reaksi paling banyak.

Hasilnya, CrowdTangle dapat menunjukkan pada penerbit, konten apa yang menarik perhatian masyarakat, baik konten yang terbit pada Facebook, Twitter, Instagram dan dulu, Vine.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.