Facebook Kena Tuntut Atas Tuduhan Diskriminasi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 25 Nov 2016 14:36 WIB
media sosialfacebook
Facebook Kena Tuntut Atas Tuduhan Diskriminasi
Facebook dituntut atas tuduhan diskriminasi. (AP Photo / Jeff Chiu, File)

Metrotvnews.com: Facebook dituntut atas tuduhan diskrimasi ras. Dua karyawan berkulit hitam yang bekerja di data center Facebook di North Carolina, AS, menuduh media sosial tersebut tidak segera menanggapi protes akan adanya gangguan yang terus-menerus.

Tuntutan ini, yang dimasukkan pada hari Selasa ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik California Utara menuduh Facebook telah membiarkan "pembalasan terhadap pekerja yang melaporkan diskriminasi terus berlanjut" di tempatnya meski adanya laporan berulang-ulang.

Robert Baron Duffy, mantan pekerja Facebook dan Robert Louis Gary, yang masih bekerja di Facebook menuduh manajer di tempat mereka bekerja menggunakan kata makian ras ketika berbicara tentang pekerja berkulit hitam. Selain itu, mereka juga berkata, mereka dibayar dengan gaji yang lebih rendah.

Facebook tidak menanggapi diskrimnasi yang dituduhkan terjadi di kantor North Carolina, yang menurut tuntutan itu terjadi selama 3 tahun, kata Sonya Smallets, pengacara di Minnis & Smallets. Smallets akan mewakili Duffy dan Gary.

"Secara umum, ketika orang mengajukan protes ke perusahaan dan situasi itu tidak diatasi," kata Smallets.

"Hal ini menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya terjadi pada satu orang tapi sebuah masalah yang gagal perusahaan pecahkan."

Tuntutan ini meminta biaya kompensasi dan biaya denda lebih dari USD25 ribu (Rp338,8 juta) per orang. Sementara itu, juru bicara Facebook merasa bahwa klaim ini tidak beralasan.

"Kami telah melakukan investigasi dan mengambil langkah untuk memecat sang manajer dan memberikan pelatihan mendalam tentang anti-diskrimnasi dan anti-bias ke semua pekerja di data center kami di AS," kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan resmi.

"Selain itu, kami juga terus memonitor kondisi kerja di North Carolina dan data center di seluruh AS untuk memastikan tingkah laku yang tidak pantas tidak diulangi."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.