Reformasi Oracle Demi Ramaikan Pasar Cloud

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 23 Sep 2016 14:05 WIB
cloud computing
Reformasi Oracle Demi Ramaikan Pasar Cloud
Ilustrasi: Alldubai

Metrotvnews.com: Oracle selama ini dikenal sebgai perusahaan yang menjual software dan database dengan harga yang tidak murah.

Perubahan tren teknologi dalam industri cloud tampaknya membuat mereka akan mengganti haluan, walaupun tidak sepenuhnya. Dalam ajang Oracle Open World 2016 di San Fransisco, mereka sangat menekankan pentingnya cloud.

Ketimbang membeli software mahal dan memasangnya langsung ke komputer, perusahaan saat ini lebih suka menjadi pelanggan layanan software yang tertanam di satu data center, yang dikenal sebagai software-as-a-service.

Tren adopsi SaaS ini semakin meningkat. Microsoft dan Amazon adalah dua pemain besar yang mendapatkan keuntungan dari tren tersebut. Keuntungan untuk perusahaan yang menjadi pelanggan mereka adalah tidak perlu lagi membangun data center dan mengeluarkan dana perawatannya sendiri.

Dalam ajang OOWC 2016, Chairman Executive Larry Ellison mengatakan bahwa Oracle mencoba menjauhi dua pesaing utamanya, IBM dan SAP, yang selama ini menggeluti model bisnis yang sama: menjual software. Oleh karena itu, Oracle kini menatap Amazon Web Services sebagai pesaing di masa depan.

Oracle yang selama ini berfokus pada penyedia infrastruktur cloud memang masih jauh di bawah Amazon Web Services. Pada Q2 2016, mereka meraih pendapatan USD171 juta, sementara Amazon meraup USD2,8 miliar.

Para pengamat mengatakan bahwa Oracle masih memerlukan waktu lebih lama untuk mengejar Amazon, terutama karena harus bisa menyalip Microsoft Azure, IBM, dan Google.

Langkah Oracle memang sudah sesuai perhitungan. Dalam ajang OOWC 2016, CEO Oracle Mark Hurd menyebutkan, 80 persen perusahaan akan mengalirkan anggaran IT mereka pada layanan cloud pada tahun 2025.

Jika prediksi ini benar, model bisnis tradisional yang lebih menekankan pada pembelian lisensi teknologi untuk penerapan cloud akan terancam.

Dalam sebuah wawancara kepada Fortune, President of Product Development Oracle Thomas Kurian menjelaskan, sejak tahun 2006, mereka mulai mengubah konsep layanan mereka menjadi layanan cloud. Langkah ini mereka ambil setelah melihat pesaingnya yang mendaopsi sistem berlangganan cloud, mendapatkan hasil dan terus bertumbuh.

Melihat apa yang bisa Oracle tawarkan selama ini, bukan tidak mungkin jika mereka bisa masuk dalam lima besar untuk pemain industri cloud. Namun, tidak diketahui berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk mencapainya.
 


(MMI)

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

3 days Ago

Melalui situs resminya, Samsung memberitahukan pihaknya telah memberikan tanda khusus untuk mem…

BERITA LAINNYA
Video /