Bos Alibaba Bakal Jadi Penasehat E-Commerce Indonesia

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 09 Sep 2016 10:46 WIB
e-commerce
Bos Alibaba Bakal Jadi Penasehat E-Commerce Indonesia
Pendiri dan CEO Alibaba Group, Jack Ma

Metrotvnews.com: Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Alibaba Group Corporate Campus mengakhiri rangkaian kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Republik Rakyat Tiongkok di hari pertama ini, Jumat (2/9/2016).

Lokasi kantor pusat Alibaba Group yang dikunjungi Presiden sendiri terletak di distrik Yu Hang, Kota Hangzhou, RRT.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana didampingi oleh beberapa menteri meninjau sejumlah portofolio produk maupun layanan perusahaan Alibaba, sekaligus melihat suasana kerja di kantor Alibaba.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menawarkan posisi kepada pendiri sekaligus CEO Alibaba Group, Jack Ma, untuk menjadi bagian dari tim penasehat industri e-commerce Indonesia.

Baru-baru ini, Jack Ma dilaporkan telah menerima tawaran Presiden Jokowi tersebut. Menurut Tech In Asia dan AsianNikkei, juru bicara Alibaba Group mengatakan Jack Ma telah bersedia untuk menjadi bagian dari tim penasehat industri e-commerce Indonesia. Peran Jack Ma kali ini adalah memberikan masukan terhadap perkembangan industri e-commerce di Indonesia.

"Jack Ma pribadi dan Presiden mempunyai pandangan yang sama tentang UKM. UKM itu harus diberdayakan untuk memanfaatkan teknologi ini. Visi dari Jack Ma itu juga sama, yakni bagaimana memfokuskan sasaran kepada UKM," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Sebelum ini, antara pemerintah Indonesia dengan Alibaba sendiri sesungguhnya telah memiliki bentuk kerja sama untuk memasarkan produk Indonesia ke pasar Tiongkok. Produk-produk tersebut dipasarkan melalui salah satu platform layanan Tmall (sebelumnya bernama Taobao Mall) yang juga dimiliki oleh Alibaba.

Alibaba sendiri memang sudah mulai melirik pasar e-commerce Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Beberapa waktu yang lalu raksasa e-commerce tersebut telah mengakuisisi salah satu perusahaan e-commerce terbesar Asia Tenggara, yaitu Lazada, yang juga memiliki pangsa pasar besar di Indonesia.

Meski demikian, Jack Ma juga harus menghadapi reaksi masyarakat Tiongkok yang meminta Jack Ma untuk menolak penawaran pemerintah Indonesia. Menurut media asal Tiongkok, yaitu Sina.com, beberapa masyarakat Tiongkok mengecam penawaran pemerintah Indonesia tersebut dan mengaitkannya dengan tragedi 1998 yang memakan korban etnis Tionghoa, hingga masalah Laut Cina Selatan.


(MMI)

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

3 days Ago

Melalui situs resminya, Samsung memberitahukan pihaknya telah memberikan tanda khusus untuk mem…

BERITA LAINNYA
Video /