Begini Cara Membedakan Software Palsu dan Asli

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 30 Sep 2016 15:13 WIB
microsoft
Begini Cara Membedakan Software Palsu dan Asli
Microsoft mengumumkan cara untuk membedakan software palsu dan orisinal yang beredar di pasar.

Metrotvnews.com, Jakarta: Masih maraknya peredaran software palsu di Indonesia menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah pihak, tidak terkecuali Microsoft. Berdasarkan kekhawatiran tersebut, Microsoft mengumumkan cara membedakan kedua software tersebut.

"Peredaran software palsu di Indonesia masih cukup tinggi, karena masih banyak konsumen yang belum mengetahui perbedaan dan dampak berbahaya dari software ini. Juga karena masih banyak yang mengira software asli mahal," ujar Software Asset Management and Compliance Director Microsoft Indonesia, Sudimin Mina.

Sudimin juga menyebut, peredaran software palsu dapat berkurang, salah satunya dengan memeriksa kemasan software secara lebih teliti. Sebab menurutnya, kemasan fisik menjadi langkah pemeriksaan termudah yang dapat dilakukan oleh konsumen.

Secara kemasan fisik, Sudimin menyebut software orisinal dan palsu memiliki sejumlah perbedaan, seperti bahan pembungkus. Sejumlah software palsu ditemukan dipasarkan dalam kemasan plastik dengan kertas keterangan produk merupakan hasil fotocopy.

Selain plastik, kemasan lebih baik hadir dalam versi kotak. Konsumen dapat mengetahui keaslian software tersebut dengan memeriksa tersediaan stiker distributor pada kemasan. Sudimin juga menyebut stiker distributor pada kemasan software orisinal dapat berubah warna saat kemasan dimiringkan.

Konsumen juga perlu memeriksa ketersediaan buku panduan, serta terdapat hologram pada CD untuk mengetahui software tersebut orisinal atau palsu. Cakram software orisinal juga memiliki tanda panah yang dapat dilihat oleh mata dan dapat dirasakan saat disentuh.

Sudimin juga menyebut, konsumen dapat memeriksa keaslian software dengan mengunjungi situs Microsoft How to Tell setelah software terpasang di perangkat konsumen. Melalui situs ini, konsumen juga dapat memeriksa software telah diaktivasi atau belum.

Selain itu, Microsoft juga menyarankan konsumen untuk menghindari situs lelang dan situs peer-to-peer (P2P) file sharing, jika berencana membeli software Microsoft melalui proses unduh digital, untuk mencegah memperoleh software palsu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.