Kabar Miring Bikin Verizon Minta Diskon ke Yahoo?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 07 Oct 2016 15:16 WIB
yahoo
Kabar Miring Bikin Verizon Minta Diskon ke Yahoo?
CEO Yahoo, Marissa Mayer (AP Photo / Julie Jacobson, File)

Metrotvnews.com: Kabar buruk untuk Yahoo. Perusahaan internet itu telah memasuki tahap akhir dalam proses pembelian oleh Verizon. Namun, banyaknya berita buruk yang muncul tentang Yahoo membuat nilai perusahaan mereka jatuh.

Sebuah laporan dari New York Post menyebutkan bahwa Verizon kini meminta diskon pada Yahoo senilai USD1 miliar (Rp13 triliun) pada nilai akuisisi yang seharusnya mencapai USD4.8 miliar (Rp62,5 triliun). Kabar mengenai Verizon resmi mengakusisi Yahoo muncul di bulan Juli lalu.

"Kuncinya adalah apa saja yang sudah Yahoo beritahu sebelum penandatanganan akuisisi ini," kata Frank Aquila, pengacara merger dan akuisisi dan rekan di Sullivan & Cromwell pada TechCrunch. "Tidak heran jika Verizon ingin penurunan harga yang signifikan."

Di bulan September, Yahoo mengonfirmasi bahwa sistem mereka telah diserang. Serangan ini membahayakan setidaknya 500 juta pengguna. Informasi pengguna yang bocor termasuk nama, alamat email, ulang tahun, password yang terenkrips dan jawaban ke pertanyaaan keamanan.

Yahoo menyebutkan, serangan itu dilakukan oleh hacker yang disponsori negara. Meskipun password yang tercuri terenkripsi, informasi lain yang didapatkan dengan mudah digunakan untuk mencuri identitas pengguna Yahoo di situs lain.

Peretasan ini terjadi di tahun 2014. Namun, Yahoo baru menyadarinya belum lama ini. Hal ini bisa mempengaruhi perjanjian Yahoo dengan Verizon. CEO Yahoo Marissa Mayer dilaporkan sadar akan peretasan ini di bulan Juli, ketika proses akuisisi masih dalam tahap negoisasi.

Di bulan Agustus, Yahoo berkata bahwa mereka sadar akan rumor yang menyebutkan mereka telah diserang dan menyatakan bahwa tim mereka sedang melakukan investigasi. Di bulan September, Yahoo mengklaim bahwa tidak pernah ada peretasan sistem oleh pihak ketiga yang terjadi.

Seolah itu tidak cukup buruk, minggu ini, Yahoo dikabarkan membiarkan badan intelijen Amerika Serikat membaca semua email penggunanya. Sekali lagi, kesalahan ada di tangan Mayer, yang dikabarkan tidak menolak permintaan dari badan intelijen dan justru meminta tim email untuk membuat software untuk membaca email pengguna tanpa memberitahu tim keamanan Yahoo.

Pengawasan email ini juga tidak diumumkan dalam laporan transparansi Yahoo, yang mendokumentasikan data yang diminta oleh pemerintah. Yahoo menyebutkan, laporan tentang peninjauan email penggunanya "salah" tapi tidak membantah bahwa hal itu memang terjadi.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

12 hours Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /